Minum Kopi Setiap Hari, Ini yang Terjadi pada Ginjal

Minum Kopi Setiap Hari, Ini yang Terjadi pada Ginjal

Elmy Tasya Khairally - detikSumut
Kamis, 20 Agu 2026 08:01 WIB
5 Manfaat Kesehatan yang Didapatkan Jika Rutin Minum Kopi Tiap Hari
Foto: Ilustrasi iStock
Medan -

Kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang, tetapi kebiasaan meminumnya setiap hari ternyata tidak selalu berarti buruk bagi ginjal. Sejumlah penelitian terbaru justru menemukan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat dapat berkaitan dengan risiko penurunan fungsi ginjal yang lebih rendah.

Meski begitu, efek kopi bisa berbeda pada setiap orang. Kandungan kafein dapat mempengaruhi tekanan darah, sementara tambahan gula, krimer, atau susu juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki masalah ginjal.

Dikutip detikHealth, Organisasi kesehatan, seperti American Heart Association, merekomendasikan orang dewasa sehat bisa menikmati hingga 400 mg kafein per hari tanpa efek kesehatan negatif. Takaran tersebut setara dengan sekitar empat cangkir kopi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Manfaat Minum Kopi Setiap Hari untuk Ginjal

Dikutip dari laman Eating Well, ini sejumlah manfaat rutin minum kopi untuk ginjal:

ADVERTISEMENT

1. Menurunkan Risiko Terkena Penyakit Ginjal Kronis

Penelitian menunjukkan, minum kopi bisa membantu menurunkan risiko terkena penyakit ginjal kronis.

"Sebuah meta-analisis menemukan bahwa orang yang minum dua cangkir kopi atau lebih setiap hari memiliki risiko 14 persen lebih rendah terkena penyakit ginjal," kata ahli gizi batu ginjal Melanie Betz, MS, RD, CSR, FNKF, FAND.

Alasannya mungkin berkaitan dengan senyawa dalam kopi yang membantu mengurangi peradangan dan stres oksidatif.

"Kopi mengandung lebih dari 1.000 senyawa alami, termasuk asam klorogenik, polifenol, dan melanoidin, yang memiliki sifat antioksidan dan anti-inflamasi," kata Prato.

Dia melanjutkan, banyak dari potensi manfaat ini berasal dari senyawa alami kopi, bukan dari kafein itu sendiri. Hal itu yang menyebabkan kopi tanpa kafein bisa memberikan banyak manfaat yang sama, padahal kandungan kafeinnya jauh lebih sedikit.

Bagi orang yang mengidap penyakit ginjal, minum kopi bisa bermanfaat bagi fungsi ginjal.

"Bukti terkini menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang, sekitar dua hingga tiga cangkir standar berukuran 8 ons per hari, aman bagi sebagian besar penderita penyakit ginjal kronis dan bahkan dapat mendukung kesehatan ginjal," kata ahli gizi dialisis Sara Prato, MS, RDN, CSR.

Betz juga mengatakan, kopi bisa membantu orang yang sakit ginjal. Hal tersebut dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah terhadap perkembangan penyakit ginjal stadium akhir, protein dalam urine, dan angka kematian.

2. Kopi Bisa Menurunkan Risiko Batu Ginjal

Rutin minum kopi dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena batu ginjal. Ada beberapa alasan yang menyebabkannya.

"Kopi dapat membantu dengan meningkatkan volume urine, yang dapat mengencerkan dan membersihkan mineral pembentuk batu sebelum mineral tersebut sempat membentuk kristal."

Menurutnya, kopi juga bisa meningkatkan produksi urine, yang dapat berkontribusi pada efek perlindungan ini.

Secara umum, Betz dan Prato merekomendasikan untuk tetap terhidrasi guna mencegah batu ginjal.

"Pada akhirnya, hal terpenting untuk mencegah batu ginjal adalah minum (banyak) cairan," kata Betz.

Cara Mengonsumsi Kopi yang Baik untuk Ginjal

Untuk mengonsumsi kopi yang baik untuk kesehatan ginjal, hindari menambahkan terlalu banyak gula dan/atau krim. Penambahan tersebut bisa mengalahkan manfaat yang diberikan kopi.

"Minuman kopi manis dapat dengan mudah mengandung tiga kali lipat batas gula harian Anda," peringatkan Betz.

Selain itu, perhatikan jumlah totalnya. Meski kopi hitam biasa aman untuk pengidap penyakit ginjal, jumlah totalnya tetap penting. Nutrisi lainnya, seperti kalium, juga perlu dipertimbangkan.

"Secangkir kopi 8 ons mengandung sekitar 100 miligram kalium, yang sesuai untuk banyak penderita penyakit ginjal kronis," kata Prato.

"Namun, jika Anda minum beberapa cangkir per hari, kandungan kaliumnya bisa bertambah. Orang yang perlu membatasi kalium atau memiliki kadar kalium darah tinggi mungkin perlu menyesuaikan asupan mereka berdasarkan kebutuhan masing-masing," tambahnya.

Halaman 2 dari 2
(astj/astj)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads