5 Cara Detoks Tubuh Setelah Kebanyakan Makan Daging Kurban

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Jumat, 29 Mei 2026 12:15 WIB
Daging kurban diolah menjadi rendang sapi (Foto: iStock/detikvisual)
Medan -

Perayaan Hari Raya Idul Adha memang selalu identik dengan makanan berdaging khas nusantara seperti daging rendang, sate, kari, dan lainnya yang kaya akan santan dan juga lemak. Seluruh makanan ini memang terasa nikmat apalagi dimakan saat berkumpul dengan keluarga.

Jika dikonsumsi secara berlebihan maka tubuh akan mengirimkan sinyal seperti leher kaku, begah, mengantuk secara terus menerus, hingga berat badan yang naik drastis. Oleh karena itu, penting untuk melakukan detoks tubuh pasca Idul Adha untuk menjaga tubuh tetap sehat dan bugar.

Cara Detoks Tubuh Setelah Kebanyakan Makan Daging Kurban

1. Minum Air Putih

Cara paling mudah namun sangat penting untuk melakukan detoks tubuh adalah dengan meminum air putih yang cukup setiap harinya. Mengonsumsi daging dan makanan bersantan dapat membuat ginjal bekerja lebih keras dari biasanya.

Dilansir dari laman University of California, air memerankan peran kunci dalam banyak fungsi tubuh kita, termasuk membawa nutrisi ke sel, membuang limbah, melindungi persendian dan organ, serta menjaga suhu tubuh.

Menurut Institute of Medicine, pria dewasa dianjurkan untuk meminum 13 gelas (sekitar 3 liter) air setiap harinya, wanita disarankan untuk minum 9 gelas (sekitar 2 liter), wanita hamil minum 10 gelas air putih, wanita menyusui disarankan untuk minum 12 gelas, dan anak-anak disarankan untuk minum sekitar 6 hingga 8 gelas setiap harinya.

Meminum insentitas meminum air putih setiap harinya bergantung pada usia, tingkat aktivitas, berat badan, dan faktor lainnya.

2. Konsumsi Buah dan Sayur Tinggi Serat

Meskipun daging terasa nikmat, akan tetapi makan olahan dari daging tidak mengandung serat. Sehingga mengonsumsi daging secara berlebihan tanpa disertai buah dan sayuran sering kali memicu sembelit dan penumpukan feses di usus.

Dilansir dari The Nutrition Source, mengonsumsi buah dan sayur dapat menurunkan tekanan darah, mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke, mencegah beberapa jenis kanker, menurunkan risiko masalah mata dan pencernaan, dan memiliki efek positif pada gula darah, yang dapat membantu mengendalikan nafsu makan.

Pilihlah sayuran berdaun hijau untuk mendapatkan antioksidan alami dan buah-buahan yang kaya air seperti semangka, jeruk, pepaya, dan melon.

3. Lakukan Intermitten Fasting

Intermitten fasting (IF) atau diet puasa adalah metode untuk mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu. Metode ini memberikan waktu bagi organ pencernaan untuk 'beristirahat' sejenenak setelah bekerja keras mencerna makanan yang berlemak dan bersantan.

Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes), metode intermitten fasting memiliki manfaat banyak manfaat bagi tubuh antara lain mengurangi lemak di tubuh, mencegah inflamasi, menurunkan resistentsi insulin, menyehatkan jantung, mencegah kanker, dan detok tubuh.



Simak Video "Video: Suasana Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork