Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Segar dan Tidak Mudah Rusak

Tips Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Segar dan Tidak Mudah Rusak

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Rabu, 27 Mei 2026 12:00 WIB
Ilustrasi menyimpan daging kambing kurban di kulkas.
Ilustrasi daging Foto: ChatGPT
Medan -

Momen Hari Raya Idul Adha identik dengan pembagian daging kurban dalam jumlah besar sehingga sering kali menyisakan stok daging kurban yang melimpah di rumah. Alih-alih langsung diolah, sebagian besar dari kita memilih untuk menyimpannya sebagai cadangan lauk untuk beberapa minggu ke depan.

Namun ternyata, menyimpan daging kurban tidak boleh sembarangan karena dapat mengakibatkan daging kurban bisa cepat rusak, berbau, bahkan menjadi tempat berkembangnya bakteri. Agar tetap segar dan tahan lama, berikut beberapa tips menyimpan daging kurban menurut pakar yang wajib diketahui.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pisahkan daging dan jeroan

Dilansir dari IPB University, Dosen Divisi Teknologi Hasil Ternak, Departemen Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan, Fakultas Peternakan IPB University, Dr Tuti Suryati, menjelaskan bahwa langkah pertama yang dapat dilakukan untuk menjaga kualitas daging adalah dengan memisahkan antara daging dengan jeroan.

Daging dan jeroan harus dipisahkan lalu dicuci sampai bersih, setelah dicuci daging perlu ditiriskan hingga tidak ada air yang menetes di atas permukaannya. Setelah itu daging dapat dikemas sesuai kebutuhan menggunakan plastik transparan yang tidak berbau. Sedangkan untuk jeroan sebaiknya sudah dimasak terlebih dahulu apabila ingin disimpan dalam kondisi beku.

ADVERTISEMENT

Dibagi ke dalam Porsi Kecil Kedap Udara

Daging yang melimpah sebaiknya dibagi ke dalam porsi secukupnya menggunakan kemasan khusus kedap udara dan air. Sebelum masuk freezer, potong daging menjadi beberapa bagian kecil sesuai kebutuhan memasak. Cara ini dinilai lebih praktis dan menjaga kualitas daging.

Dengan membagi per porsi, daging tidak perlu berkali-kali dicairkan dan dibekukan kembali. Proses pembekuan ulang dapat merusak tekstur daging dan mempercepat penurunan kualitas.

Simpan dalam Kondisi Beku dan Menggunakan Metode Thawing

Olahan daging dapat disimpan beku dalam kemasan yang sesuai porsi. Sebelum dimasak, daging beku harus di thawing terlebih dahulu dengan cara yang benar. Thawing adalah proses mencairkan bahan makanan yang dibekukan di dalam freezer agar kembali ke suhu ruang atau suhu dingin.

Proses thawing dapat dilakukan dengan cara merendam daging beku dalam air dingin tanpa membuka kemasannya. Karena membiarkan daging terlalu lama dalam suhu ruang tanpa kemasan dapat mempercepat pertumbuhan bakteri. Daging yang sudah di-thawing sebaiknya tidak dibekukan kembali karena akan merusak kualitas daging.

Memilih Suhu yang Tepat

Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), salah satu cara untuk menyimpan daging kurban agar tahan lama adalah dengan memilih suhu yang pendingin dengan tepat. Bagian lemari es (refrigerator) biasa memiliki suhu antara 0 hingga 4 derajat Celsius. Dalam suhu ini, daging bisa bertahan sekitar 1-2 hari jika kamu berencana untuk mengonsumsi daging dalam waktu dekat.

Sedangkan untuk penyimpanan yang lebih lama, gunakanlah bagian freezer yang suhunya dapat mencapai -18 derajat Celcius, dalam suhu ini daging dapat bertahan hingga 6 bulan jika menggunakan wadah yang kedap air dan udara. Jika ingin memasaknya, pastikan untuk menggunakan metode thawing seperti yang dijelaskan di atas agar daging dapat matang dengan sempurna.

Nah, itulah tips untuk menjaga daging kurban yang berlimpah tetap berkualitas dan tahan dalam waktu yang lama. Jangan lupa untuk menerapkannya ya detiker, semoga bermanfaat!

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom




(bpa/bpa)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads