Mengenal Intermittent Fasting, Diet Sehat Ala Gen Z

Mengenal Intermittent Fasting, Diet Sehat Ala Gen Z

Eme Arapenta Tarigan - detikSumut
Rabu, 06 Mei 2026 23:40 WIB
Mengenal Intermittent Fasting, Diet Sehat Ala Gen Z
Foto: Ilustrasi Intermittent Fasting. (Getty Images/Ana Lopez Fernandez)
Medan -

Istilah Intermittent Fasting (IF) atau puasa intermiten belakangan ini menjadi salah satu jenis diet yang ramai berseliweran di media sosial. Bukan hanya tren sesaat, pola makan ini menjadi pilihan favorit Gen Z.

Intermitten Fasting dilakukan Gen Z yang mendambakan gaya hidup sehat, namun tetap fleksibel tanpa harus tersiksa dengan diet yang ketat.

Lantas, apa itu intermittent fasting? Yuk disimak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Intermittent Fasting?

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Intermittent Fasting atau sering juga disebut sebagai diet puasa adalah metode untuk mengatur pola makan dengan cara berpuasa makan selama beberapa waktu.

Kita bisa mengatur sendiri jadwal puasa dan durasi waktu makan, tanpa harus terlalu ketat untuk urusan jenis makanan yang boleh dan tidak boleh disantap.

ADVERTISEMENT

Selama berpuasa, alih-alih melarang jenis makanan tertentu, metode ini lebih mengutamakan kedisiplinan jadwal makan. Selama melaksanakan diet puasa, hanya minuman nol kalori yang diizinkan.

Diet puasa tidak mengatur makanan apa yang harus dikurangi atau dikonsumsi, tetapi kapan kita makan dan kapan harus berhenti makan alias puasa.

Metode ini kerap menganjurkan puasa makan selama 16 jam, tapi waktunya dapat kita tentukan sendiri. Pada dasarnya berpuasa sendiri memiliki peran yang baik dalam kesehatan, lebih-lebih cara berpuasa sudah dikenal sejak lama untuk bertahan hidup.

Pola makan kita sehari-hari mungkin tidak beraturan karena sering makan di luar waktu makan atau melewatkan waktu makan. Dengan menjalani intermittent fasting, kita dapat memperbaiki atau membentuk perilaku makan yang lebih sehat.

Intermittent fasting juga membantu tubuh mengendalikan tekanan darah dan kolesterol karena tubuh melakukan pembakaran lemak lebih efektif saat berpuasa, serta membuat hormon insulin lebih sensitif terhadap makanan.

Manfaat Intermittent Fasting

Intermittent fasting tentunya memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh. Namun beberapa manfaat intermittent fasting yang utama bagi tubuh adalah sebagai berikut :

  • Mengurangi Lemak di Tubuh

Metode diet ini efektif membantu menurunkan kadar lemak dalam tubuh. Bahkan, banyak orang tidak menyadari sedang menjalani diet karena tetap dapat makan seperti biasa, hanya dengan pengaturan waktu dan durasi makan tertentu.

Pengurangan lemak terjadi karena asupan kalori yang masuk ke tubuh menjadi lebih sedikit akibat adanya jeda makan. Kondisi ini membuat tubuh memanfaatkan cadangan lemak sebagai sumber energi.

  • Mencegah Inflamasi

Inflamasi atau peradangan menjadi salah satu faktor utama penyebab berbagai penyakit kronis. Salah satu cara untuk mengurangi risiko tersebut adalah dengan berpuasa, karena pola makan menjadi lebih teratur dan terjadwal.

  • Menurunkan Resistensi Insulin

Puasa dapat membantu menurunkan kadar gula darah sekitar 3-6 persen serta mengurangi kadar insulin hingga 20-30 persen. Kondisi ini berpotensi menekan risiko munculnya penyakit seperti diabetes tipe 2.

  • Menyehatkan Jantung

Kadar kolesterol LDL dan trigliserida dapat lebih terkontrol sehingga risiko gangguan atau penyakit jantung menjadi lebih rendah.

  • Mencegah Kanker

Intermittent fasting juga diyakini dapat menghambat pertumbuhan sel kanker. Saat tubuh tidak memperoleh asupan makanan dalam waktu tertentu, sel-sel abnormal dapat mengalami proses penghancuran secara alami.

  • Detok Tubuh

Saat berpuasa, tubuh mengalami proses autophagy, yaitu mekanisme alami ketika sel-sel rusak, beracun, atau tidak normal dihancurkan dan dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi.

Nah, ternyata selain menghasilkan bentuk tubuh yang ideal, Intermittent Fasting (IF) atau diet puasa memiliki banyak manfaat bagi kesehatan ya detikers. Tertarik mencobanya?

Artikel ini ditulis oleh Eme Arapenta Tarigan, Peserta Program Maganghub Kemnaker di detikcom

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: Gen-Z Generasi Paling Rentan Depresi-Banyak Ngeluh, Benarkah?"
[Gambas:Video 20detik]
(mjy/mjy)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads