Ingin Diet? Waspadai 5 Makanan yang Sering Dianggap Sehat

Sonia Basoni - detikSumut
Minggu, 18 Jan 2026 09:00 WIB
Foto: iStockphoto/Getty Images/P Stock
Jakarta -

Banyak orang mengira memilih makanan yang berlabel 'sehat' sudah cukup untuk menunjang program diet. Padahal, tak sedikit jenis makanan yang tampak baik justru menyimpan kandungan gula, lemak, atau kalori tinggi jika dikonsumsi berlebihan.

Tanpa disadari, kebiasaan mengonsumsi makanan tersebut bisa menghambat penurunan berat badan, bahkan berdampak buruk bagi kesehatan. Karena itu, penting mengenali jenis makanan yang sering dianggap sehat namun perlu diwaspadai saat menjalani diet.

Dikutip detikFood dari dari DailyMailUK, menurut Ahli gizi asal London, Lily Soutter, berikut 5 makanan yang kerap dicap sehat, tetapi perlu dikonsumsi dengan lebih bijak.

Makanan yang Dianggap Sehat Tapi Tak Cocok untuk Diet


1. Jus Hijau

Minuman jus hijau sering dipromosikan sebagai cara praktis memenuhi kebutuhan sayur dan asupan gizi harian. Meski kaya vitamin, banyak jus hijau mengandung gula tamabhan dan minim serat karena ampasnya dibuang.

Kondisi ini dapat memicu lonjakan gula darah. Lily Soutter menyarankan memilih jus dengan komposisi sayuran lebih banyak dibanding buah. Ia juga merekomendasikan jus jenis cold-pressed karena cenderung mempertahankan nutrisi.

Alternatif yang lebih seimbang adalah smoothie buatan rumah dari buah dan sayur utuh, ditambah sumber protein. Mengonsumsi jus sebagai bagian dari makan utama juga membantu menjaga kestabilan gula darah.

2. Matcha Latte

Sebagai salah satu minuman paling populer dan ngetren di 2025, matcha latte kerap dianggap minuman sehat karena matcha kaya antioksidan. Namun masalah muncul saat minuman ini dibuat dengan susu penuh lemak, gula, atau sirup tambahan.

Lily Soutter mengungkapkan, satu porsi matcha latte kafe dapat mengandung hingga 220 kalori dan 29 gram gula. Selain itu, kandungan kafein matcha cukup tinggi dan dapat memicu gelisah atau gangguan tidur jika berlebihan.

Matcha juga berpotensi menghambat penyerapan zat besi nabati. Untuk tetap menikmati manfaatnya, konsumen disarankan memilih matcha tanpa gula, porsi kecil, dan bahan berkualitas.

3. Minuman Bersoda Tanpa Kalori

Minuman bersoda dengan klaim bebas kalori kerap dipilih sebagai alternatif minuman manis. Menurut Lily Soutter, minuman diet dapat membantu sebagian orang mengurangi konsumsi gula. Namun penelitian terbaru menunjukkan pemanis buatan berpotensi mempengaruhi keseimbangan mikrobiota usus.

Meski tidak mengandung kalori, konsumsi berlebihan tetap tidak disarankan. Minuman diet sebaiknya dikonsumsi sesekali, bukan sebagai kebiasaan harian.

Alternatif yang lebih aman adalah air putih dengan infus buah atau sayuran seperti lemon, mentimun, atau mint. Kini, air berkarbonasi dengan perisa alami tanpa gula juga semakin mudah ditemukan.



Simak Video "Video: Niacinamide Itu Apa, Sih?"


(astj/astj)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork