Matcha kini semakin mudah ditemukan di berbagai kafe dan kedai kopi modern. Mulai dari matcha latte, teh matcha murni, matcha shot, hingga beragam dessert berbahan dasar matcha menjadi menu yang banyak diminati, terutama oleh generasi Z. Selain tren gaya hidup, minuman khas Jepang ini juga dikenal memiliki sejumlah manfaat bagi kesehatan.
Meski sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis seperti teh hijau pada umumnya, matcha memiliki proses budidaya yang berbeda. Sebelum dipanen, tanaman teh sengaja ditutupi dari sinar matahari langsung selama sebagian besar masa pertumbuhannya.
Metode tersebut meningkatkan produksi klorofil dan kandungan asam amino pada daun, sekaligus menghasilkan warna hijau yang lebih pekat. Setelah dipanen, batang dan urat daun dipisahkan, lalu daunnya digiling hingga menjadi bubuk halus yang kemudian dikonsumsi secara utuh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena dikonsumsi dalam bentuk bubuk, matcha mengandung nutrisi daun teh secara lebih lengkap, termasuk kadar antioksidan dan kafein yang lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Berbagai penelitian juga menunjukkan sejumlah manfaat kesehatan dari konsumsi matcha dikutip detikHealth darui Healthline.
1. Sumber Antioksidan yang Tinggi
Matcha kaya akan katekin, yaitu senyawa antioksidan alami yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas perusak sel yang memicu penyakit kronis. Kandungan antioksidan dalam matcha bahkan disebut tiga kali lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa ketika bubuknya diseduh dengan air.
2. Membantu Meningkatkan Fokus dan Kinerja Otak
Matcha jadi alternatif asupan yang sangat baik bagi yang membutuhkan fokus tinggi untuk bekerja atau belajar. Menurut riset, 23 orang yang mengonsumsi 4 gram matcha menunjukkan peningkatan signifikan pada perhatian, waktu reaksi, dan daya ingat.
Di dalam Matcha, konsentrasi kafein lebih tinggi (19-44 mg/g) dibandingkan teh hijau biasa yakni 11-25 mg/g. Selain itu, matcha juga mengandung senyawa L-theanine yang berfungsi memodifikasi efek kafein yang dapat memicu kewaspadaan pikiran namun juga mencegah efek lemas atau penurunan energi mendadak (energy crash) usai mengonsumsi kafein biasa.
3. Membantu Menurunkan Berat Badan
Soal menurunkan berat badan, teh hijau memang sudah lama dikenal sebagai salah satu yang baik dikonsumsi. Dalam sebuah penelitian, mengonsumsi 500 mg teh hijau per hari selama 12 minggu dan dibantu diet serta olahraga, sangat efektif menurunkan indeks massa tubuh (IMT). Nah, matcha sendiri merupakan tanaman yang sama dengan teh hijau namun dengan kandungan senyawa yang lebih pekat, sehingga memiliki efek serupa dalam menurunkan berat badan.
4. Potensi Menjaga Kesehatan Organ Hati
Organ hati atau liver berperan dalam menyaring racun dan memproses nutrisi. Berdasarkan 15 penelitian ditemukan bahwa mengonsumsi teh hijau erat kaitannya dengan penurunan risiko penyakit hati.
Meski banyak manfaatnya, namun efek matcha bisa berbeda-beda di tiap orang sehingga penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.
(nkm/nkm)
