Polisi menangkap pria yang membawa senjata api laras panjang jenis AR-15 dan narkotika jenis etomidate di Lampung Selatan. Pelaku sempat melarikan diri sebelum tertangkap.
Penangkapan tersebut berawal pada Rabu (30/9/2026) pukul 05.00 WIB dimana anggota KSKP Bakauheni menghentikan kendaraan jenis Toyota Innova Zenix hitam bernomor polisi BG-1378-XB di area Sea Port Introduction.
Dalam video yang diterima detikSumbagsel, terlihat awalnya kendaraan tersebut berhenti sebelum akhirnya memutar balik kendaraannya di area pelabuhan dengan cara melawan arah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi kemudian mencoba mengejar mobil tersebut sebelum akhirnya kehilangan jejak, keesokan harinya (kamis) keberadaan mobil tersebut diketahui tengah terparkir di salah satu penginapan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan.
Mendapatkan informasi tersebut, polisi kemudian mendatangi lokasi dan menemukan senjata api tersebut lengkap dengan amunisinya serta narkoba jenis etomidate.
Kasatreskrim Polres Lampung Selatan, AKP Stefanus Boyoh mengatakan dilokasi penginapan pelaku tidak ditemukan dan pada sore harinya keberadaan pelaku berhasil diketahui hingga akhirnya ditangkap.
"Jadi barang bukti serta pelaku bernama Doni Saputra, warga Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan berhasil diamankan. Dari sana kami lakukan pemeriksaan hingga tersebut siapa pemilik senjata api dan narkoba itu," katanya, Sabtu (3/10/2026).
Stefanus menyebut pihaknya melakukan pengembangan ke sebuah apartemen di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat. Disana polisi mengamankan Redi Risman Sanjaya pemilik narkotik etomidate dan Holik pemilik senjata api jenis AR-15.
"Kami kembangkan ke Jakarta Pusat tepatnya di salah satu apartemen, kami amankan pelaku RR pemilik narkoba tersebut dan HK pemilik senjata api jenis AR-15. Pada saat diamankan kami temukan senjata api rakitan lainnya jenis glock lengkap dengan amunisinya, barang itu diakui milil RR," terang Stefanus.
Saat ini, seluruh pelaku dan barang bukti telah ditahan di Mapolres Lampung Selatan untuk dilakukan pemeriksaan. Stefanus menjelaskan pihaknya masih mendalami kasus ini terkait asal senjata api tersebut.
