Sumatera Selatan

Proses Hukum Kasus Guru SD Diduga Aniaya Murid di Lubuklinggau Berlanjut

M Rizky Pratama - detikSumbagsel
Jumat, 24 Jul 2026 19:40 WIB
Foto: Pelajar SD yang diduga jadi korban penganiayaan oleh oknum guru di Lubuklinggau lapor polisi. (Dok. Istimewa)
Lubuklinggau -

Kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru SD berinisial RP di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, masih terus diproses polisi. Hingga kini, belum ada upaya perdamaian dari pihak pelapor sehingga penyidikan tetap berlanjut. Sejauh ini, penyidik telah memeriksa enam korban, tiga guru, serta kepala sekolah terkait kasus tersebut.

Kanit PPA Satreskrim Polres Lubuklinggau Ipda Dio Firmansyah mengatakan meski belum ada upaya perdamaian dari pihak pelapor, polisi masih membuka peluang penyelesaian melalui mekanisme restorative justice (RJ) apabila kedua belah pihak sepakat.

"Belum ada perdamaian, untuk RJ kami masih menunggu. Meskipun begitu tetap kami upayakan mediasi. Mungkin jika mediasi ada beberapa poin dari korban yang bisa disampaikan," katanya, Jumat (24/7/2026).

Terkait proses penyelidikan, Dio mengatakan pihaknya telah meminta keterangan dari para siswa yang diduga menjadi korban. Selain itu, tiga guru dan kepala sekolah SD tersebut juga telah diperiksa untuk mendalami perkara tersebut.

"Dari korban sudah semua kami periksa, dari guru-guru juga sudah kami mintai keterangan. Korban ada sekitar enam orang, gurunya tiga orang, serta kepala sekolah. Saat ini masih proses penyelidikan dan kami masih mencari keterangan-keterangan lainnya," ungkapnya.

Sementara itu, Dio mengatakan RP selaku terlapor dalam kasus itu juga sudah dua kali menjalani pemeriksaan di Polres Lubuklinggau.

"Sudah dua kali diundang ke Polres Lubuklinggau untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan terakhir dilakukan pada Rabu (22/7/2026)," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, oknum guru PPPK berinisial RP di salah satu SD Negeri di Kota Lubuklinggau diduga melakukan penganiayaan terhadap sejumlah murid. Tak terima atas dugaan tersebut, para wali murid melaporkan kasus itu ke Polres Lubuklinggau pada Rabu (15/7/2026) malam.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan kekerasan itu dipicu karena beberapa siswa tidak mampu menghafal materi perkalian yang diberikan.

Para korban diduga dipukul menggunakan mistar kayu hingga mengalami luka lebam pada tangan dan kaki, serta disebut mengalami trauma psikologis. Polisi kini masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa tersebut.



Simak Video "Video: Lansia di Lubuklinggau Ditemukan Tewas di Rumahnya"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork