Polisi menangkap pelaku pembacokan yang menewaskan Rjivandri Prawira (41) di Jalan Kapten Anwar Arsad, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang. Pelaku ditangkap pada Minggu (19/7/2026) malam dan kini diamankan di Polsek IB I Palembang.
Kapolsek IB I Palembang Kompol Fauzi Saleh membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.
"Benar, pelaku sudah berhasil kita amankan malam ini. Saat ini pelaku berada di Polsek IB I Palembang untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif terkait peristiwa tersebut," kata Fauzi kepada detikSumbagsel, Minggu (19/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fauzi mengatakan, pihaknya belum dapat menjelaskan secara rinci terkait motif, kronologi penangkapan maupun barang bukti yang diamankan. Seluruhnya akan disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Polsek IB I pada Senin (20/7/2026).
"Untuk motif, kronologi penangkapan, dan barang bukti akan kami sampaikan saat rilis," ujarnya.
Namun, kata Fauzi untuk pelaku hanya satu orang. Anggota degan cepat bergerak setelah melakukan olah tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
"Pelaku diduga hendak kabur ke kampung halamannya di PALI. Namun,petugas dengan cepat melakukan pengejaran sehingga pelaku berhasil ditangkap di Palembang," ungkapnya.
Sebelumnya, Rjivandri tewas setelah dibacok di Jalan Kapten Anwar Arsad. Kecamatan IB I Palembang, Sabtu (18/7/2026) malam. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa itu diduga bermula saat korban hendak menagih utang kepada pelaku.
Sebelum kejadian, korban meminta rekannya, Rendy, untuk menemui pelaku. Namun, Rendy diduga justru dianiaya hingga kepalanya dibenturkan ke dinding. Setelah itu, Rendy menghubungi korban untuk meminta bantuan.
Setibanya di lokasi, korban bertemu dengan pelaku hingga terjadi cekcok yang berujung perkelahian. Berdasarkan keterangan saksi, pelaku kemudian diduga mengeluarkan senjata tajam dan membacok korban hingga mengalami luka di bagian punggung.
Korban sempat dilarikan ke RS Graha Mandiri untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri. Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku kurang dari sehari setelah peristiwa pembacokan tersebut.
