Polisi Buru Oknum Penjaga Malam yang Perkosa Remaja di Palembang

Sumatera Selatan

Polisi Buru Oknum Penjaga Malam yang Perkosa Remaja di Palembang

Nadiya - detikSumbagsel
Rabu, 15 Apr 2026 14:21 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi pemerkosaan (Edi Wahyono)
Palembang -

Polisi sedang memburu R (40), pelaku pemerkosaan terhadap remaja berinisial Z (16) di kawasan Gandus, Palembang. Polisi memastikan kasus ini menjadi prioritas dan korban kini dalam pendampingan psikologis untuk pemulihan trauma.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP M. Jedi P, membenarkan bahwa laporan terkait dugaan pemerkosaan tersebut telah diterima dan sedang didalami oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Laporan dari ibu korban sudah kami terima melalui SPKT. Saat ini anggota sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk menangkap pelaku," ujar AKBP Jedi kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jedi menjelaskan, pihaknya mengedepankan pendekatan profesional dan humanis dalam menangani perkara ini. Selain fokus memburu keberadaan pelaku berinisial R, polisi juga memprioritaskan kondisi mental korban.

"Perlindungan korban adalah prioritas utama kami. Pendampingan psikologis sudah dilakukan untuk memastikan kondisi mental korban tetap terjaga selama," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Diberitakan sebelumnya, remaja perempuan di Palembang, berinisial Z (16) menjadi korban pemerkosaan disertai dengan kekerasan oleh seorang oknum penjaga malam berinisial R (40). Atas aksi keji yang dilakukan oknum penjaga malam tersebut, keluarga korban pun melapor ke polisi.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu rumah kosong di kawasan Jalan Tanjung Bubuk, Kecamatan Gandus, Palembang, pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Orang tua sambung korban, Yessy (33) menceritakan kejadian bermula saat anaknya kabur dari rumah dan ditemukan oleh warga yang sedang berjaga malam di sebuah perumahan. Karena korban menolak diantar pulang, warga kemudian menitipkan korban kepada terlapor yang saat itu bertugas sebagai penjaga malam di lokasi tersebut.

"Awalnya anak saya kabur dari rumah dan ditemukan warga. Karena dia tidak mau pulang, akhirnya dititipkan ke pelaku yang jaga di perumahan kosong dengan alasan biar istirahatnya enak, itu kata warga sekitar pukul 2 dini hari," jelasnya saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (14/4/2026).

Namun, niat awal untuk menjaga korban justru dimanfaatkan pelaku untuk berbuat asusila. Pelaku mengajak korban pindah ke salah satu rumah kosong yang belum berpenghuni. Di sanalah pelaku melancarkan aksinya dengan memaksa korban melakukan hubungan intim.

"Anak saya dipaksa berhubungan badan. Ada kekerasan juga, kepalanya dibenturkan ke dinding oleh pelaku karena menolak. Setelah kejadian itu, anak saya baru bisa melarikan diri dan pulang," ungkapnya.

Yessy menjelaskan bahwa ia mengenal sosok pelaku sebagai tetangga, namun tidak memiliki hubungan dekat. Pelaku diketahui sehari-hari bekerja sebagai penjaga malam dan terkadang menjadi kernet mobil dump truk isi pasir.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads