Oknum Penjaga Malam di Palembang Perkosa Remaja yang Kabur dari Rumah

Sumatera Selatan

Oknum Penjaga Malam di Palembang Perkosa Remaja yang Kabur dari Rumah

Nadiya - detikSumbagsel
Selasa, 14 Apr 2026 14:20 WIB
Ilustrasi pemerkosaan. (Dok. detikcom)
Foto: Ilustrasi pemerkosaan. (Dok. detikcom)
Palembang -

Remaja perempuan di Palembang, Sumatera Selatan, berinisial Z (16) menjadi korban pemerkosaan disertai dengan kekerasan oleh seorang oknum penjaga malam berinisial R (40). Atas aksi keji yang dilakukan oknum penjaga malam tersebut, keluarga korban pun melapor ke polisi.

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu rumah kosong di kawasan Jalan Tanjung Bubuk, Kecamatan Gandus, Palembang, pada Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Orang tua sambung korban, Yessy (33) menceritakan kejadian bermula saat anaknya kabur dari rumah dan ditemukan oleh warga yang sedang berjaga malam di sebuah perumahan. Karena korban menolak diantar pulang, warga kemudian menitipkan korban kepada terlapor yang saat itu bertugas sebagai penjaga malam di lokasi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya anak saya kabur dari rumah dan ditemukan warga. Karena dia tidak mau pulang, akhirnya dititipkan ke pelaku yang jaga di perumahan kosong dengan alasan biar istirahatnya enak, itu kata warga sekitar pukul 2 dini hari," jelasnya saat melapor ke SPKT Polrestabes Palembang, Selasa (14/4/2026).

Namun, niat awal untuk menjaga korban justru dimanfaatkan pelaku untuk berbuat asusila. Pelaku mengajak korban pindah ke salah satu rumah kosong yang belum berpenghuni. Di sanalah pelaku melancarkan aksinya dengan memaksa korban melakukan hubungan intim.

ADVERTISEMENT

"Anak saya dipaksa berhubungan badan. Ada kekerasan juga, kepalanya dibenturkan ke dinding oleh pelaku karena menolak. Setelah kejadian itu, anak saya baru bisa melarikan diri dan pulang," ungkapnya.

Yessy menjelaskan bahwa ia mengenal sosok pelaku sebagai tetangga, namun tidak memiliki hubungan dekat. Pelaku diketahui sehari-hari bekerja sebagai penjaga malam dan terkadang menjadi kernet mobil dump truk isi pasir.

"Kami tahu orangnya dan tahu namanya, tapi tidak kenal dekat. Umurnya sekitar 40 tahunan, Pekerjaannya jaga malam. Kalau malam dia jaga di perumahan itu, tapi kalau siang suka ikut mobil dump truck isi pasir kayak gitu," tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma mendalam dan luka fisik akibat penganiayaan. Keluarga korban berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pihak kepolisian melalui Pamapta III Ipda Tamia Rahmadhany membenarkan adanya laporan terkait dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak tersebut.

"Untuk laporan sudah kami terima. Saat ini korban telah diserahkan kepada pihak LPPA untuk tindakan lebih lanjut," tegas Ipda Tamia.

Artikel ini ditulis oleh Nadiya peserta Program MagangHub Bersertifikat dari Kemnaker di detikcom.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads