Tragedi Berdarah di Pesta Pernikahan Anak, Dadang Tewas Dikeroyok Preman

Regional

Tragedi Berdarah di Pesta Pernikahan Anak, Dadang Tewas Dikeroyok Preman

Dian Firmansyah - detikSumbagsel
Minggu, 05 Apr 2026 12:31 WIB
Momen saat warga mengevakuasi korban yang tak sadarkan diri usai dikeroyok preman kampung di Purwakarta
Foto: Momen saat warga mengevakuasi korban yang tak sadarkan diri usai dikeroyok preman kampung di Purwakarta (Istimewa)
Purwakarta -

Dadang, pria di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, tewas dikeroyok preman kampung. Peristiwa itu terjadi saat Dadang sedang menggelar pesta resepsi pernikahan anaknya.

Dilansir detikJabar, aksi penganiayaan itu terjadi saat korban menggelar acara pernikahan anaknya di rumahnya yang berada di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, Sabtu (4/4/2026). Sekitar pukul 14.00 WIB, sekelompok orang datang ke acara pesta tersebut dan meminta uang ke pemilik hajat sebagai jatah.

Adik korban, Wahyudin, mengungkapkan bahwa insiden bermula saat sekelompok orang datang ke acara resepsi dan meminta uang kepada pihak keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya itu dimintai uang, istilahnya dipalak. Pertama dikasih Rp 100 ribu," ujar Wahyudin saat ditemui di Mapolres Purwakarta, Sabtu (4/4/2026) malam.

Namun, sekitar satu jam kemudian, kelompok tersebut kembali datang dan meminta uang sebesar Rp500 ribu. Permintaan kedua itu ditolak oleh korban.

ADVERTISEMENT

"Yang kedua minta Rp500 ribu, kakak saya menolak," katanya.

Namun ternyata, penolakan itu memicu keributan. Korban sempat keluar dari tenda resepsi, dan di luar lokasi acara terjadi aksi pengeroyokan.

"Setelah tidak dikasih, terjadi keributan. Kakak saya dikeroyok tiga orang, saya juga sempat dikeroyok sekitar delapan orang," ungkap Wahyudin.

Wahyudin menjelaskan akibat pengeroyokan itu, korban terjatuh dan tidak sadarkan diri. Korban juga sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

Peristiwa tragis itu juga terekam dalam video amatir yang beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, korban terlihat ambruk, sementara suasana pesta berubah menjadi kepanikan. Istri dan anak korban dilaporkan pingsan di lokasi kejadian.

Pantauan di Mapolres Purwakarta, anak korban yang masih mengenakan kebaya resepsi tampak menunggu proses pemeriksaan sambil menahan kesedihan. Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya peristiwa penganiayaan yang berujung kematian tersebut.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, mengatakan kejadian bermula dari keributan di lokasi hajatan.

"Diduga ada sekelompok orang yang membuat keributan di acara hajatan, kemudian berujung pada pemukulan hingga korban tidak sadarkan diri," ujar Enjang.

Enjang menyebutkan, Satreskrim Polres Purwakarta masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

"Diduga pelaku lebih dari dua orang. Saat ini masih dalam pengembangan. Kami berharap dalam waktu dekat para pelaku bisa diamankan," katanya.

Dari hasil olah TKP awal, polisi menemukan barang bukti berupa belahan bambu yang diduga digunakan untuk menganiaya korban, terutama pada bagian kepala.

"Korban dipukul menggunakan belahan bambu di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri. Untuk penyebab pasti kematian, masih menunggu hasil autopsi," tambahnya.

Hingga Sabtu malam sekitar pukul 22.30 WIB, jenazah korban masih berada di kamar jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta untuk proses visum dan rencana autopsi.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads