Operasi modifikasi cuaca (OMC) di Sumatera Selatan (Sumsel) bakal diperpanjang hingga 31 Oktober 2026. Upaya ini dilakukan untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), seiring masih adanya potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumsel.
Informasi awal perpanjangan OMC tersebut disampaikan berdasarkan perkembangan dinamika atmosfer terkini. Potensi pertumbuhan awan hujan diperkirakan masih tersedia hingga 29 Oktober 2026.
"Informasi awal diperpanjang sampai 31 Oktober 2026, mengingat sampai dengan 29 Oktober masih ada potensi pertumbuhan awan di Sumsel," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto, Selasa (27/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam pelaksanaan OMC untuk membantu penanganan karhutla. Sehingga, pemanfaatan OMC akan dimaksimalkan pada periode tersebut.
"Namun, potensi pertumbuhan awan hujan diperkirakan kembali menurun pada periode 30 Oktober hingga 1 November 2026," katanya.
Dia menyebut potensi awan hujan setelah periode itu akan kembali muncul.
"Setelah itu, potensi awan hujan diprakirakan kembali muncul pada 2 November 2026," katanya.
Sementara dalam pelaksanaan OMC yang digelar Senin (26/10), telah dilakukan sebanyak 5 sortie oleh tiga armada pesawat. OMC yang dilakukan dengan menyebar NaCl di beberapa wilayah. Total garam disebar sebanyak 8,4 ton.
"Wilayah yang dilakukan OMC meliputi OKI, Banyuasin, OKU, dan OKU Timur," imbuhnya.
