Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayah Sumsel masih mencukupi meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hambat distribusi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Sumsel, Ruzuan Efendi mengatakan ketersediaan sejumlah bahan pangan, mulai dari beras, minyak goreng hingga sayur-sayuran, masih dalam kondisi cukup.
"Untuk seluruh bahan pangan dari beras, minyak, kemudian sayur-sayuran ya kondisinya memang cukup," katanya Senin (26/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ruzuan menjelaskan, Sumatera Selatan memiliki sejumlah daerah penghasil pangan yang menyuplai kebutuhan masyarakat. Di antaranya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Ogan Ilir (OI), dan Banyuasin.
"Sebenarnya di Palembang ini kita tidak ada masalah. Maksud saya Sumatera Selatan. Kita punya beberapa Kabupaten produsen OKI misalnya, kemudian juga OI, kemudian Banyuasin itu menyuplai. Tetapi seluruh dari produksi mereka itu tidak masuk ke pasar induk," katanya, Senin (26/10/2026).
Menurut Ruzuan, fluktuasi harga pangan tidak hanya dipengaruhi ketersediaan barang, tetapi juga biaya produksi dan kelancaran distribusi. Kondisi cuaca membuat petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyiram tanaman. Selain itu, asap tebal turut memperlambat transportasi.
"Kenapa harganya fluktuatif, ya itu tadi karena tadi biaya ekstra produksinya naik karena mereka harus menyiram, kemudian juga Keterlambatan transportasinya dengan salah satunya adanya asap tebal juga," ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut juga dapat memengaruhi waktu panen petani. Sebagian petani memilih menunda panen sehingga hasil produksi yang tersedia tidak langsung masuk ke pasar.
"Itu berpengaruh terhadap panen, orang akan bertahan untuk jangan dulu panen dengan kondisi. Nah itu berarti kan produksi tersedianya ada tapi untuk ke pasarnya itu mengalami hambatan. Hambatan dari karhutla tersebut salah satunya," ungkapnya.
