Harga Cabai Rawit di Pasar Palembang Tembus Rp 100.000 per Kilogram

Sumatera Selatan

Harga Cabai Rawit di Pasar Palembang Tembus Rp 100.000 per Kilogram

Vinsca Hardyanti - detikSumbagsel
Jumat, 23 Okt 2026 22:00 WIB
Suasana di Pasar Macan Lindungan, Palembang, Sumatera Selatan
Suasana di Pasar Macan Lindungan, Palembang, Sumatera Selatan (Foto: Vinsca)
Palembang -

Harga sejumlah bahan pangan di Pasar Macan Lindungan, Palembang, Sumatera Selatan, mengalami perubahan pada Jumat (23/10). Harga cabai rawit melonjak dari Rp 70.000 menjadi Rp100.000 per kilogram, sementara cabai keriting dan ayam potong justru mengalami penurunan harga.

Reta (44), pedagang sembako, mengatakan harga cabai keriting saat ini turun menjadi Rp 60.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 70.000. Namun, kondisi berbeda terjadi pada cabai rawit yang mengalami kenaikan cukup signifikan.

"Kalau bawang standar sekilonya Rp 34.000, cabai setan Rp 19 ribu seperempat. Kalau cabai rawit naik jauh, sekarang Rp 100.000 sekilo, dari sebelumnya Rp 70.000," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Reta, kenaikan harga cabai rawit kemungkinan dipengaruhi musim kemarau. Sementara, harga cabai keriting cenderung tidak stabil karena sebelumnya berada di kisaran Rp 18.000 per seperempat kilogram, dan kini turun menjadi Rp 15.000 seperempat. Perubahan harga tersebut turut memengaruhi daya beli masyarakat yang kini mengurangi jumlah belanja.

"Jauh sangat memengaruhi daya beli masyarakat. Biasanya beli seperempat, sekarang jadi satu ons. Kabut asap ini cukup memengaruhi daya jual karena masyarakat kebanyakan malas keluar rumah, apalagi ke pasar," katanya, Jumat.

Ia berharap kabut asap segera berakhir dan harga kebutuhan pokok kembali stabil agar pedagang dapat berjualan dengan lancar serta masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

Ida (62), pedagang ayam potong mengatakan harga ayam saat ini turun menjadi Rp 35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp38.000. Ia menilai perubahan harga tersebut kemungkinan berkaitan dengan aktivitas program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan kegiatan sekolah yang berlangsung secara daring akibat kabut asap.

"Sepertinya yang bikin harga naik turun karena MBG. Kalau MBG aktif, pasti ayam naik. Ini kan anak sekolah daring, jadi harganya turun," katanya.

Sementara itu, salah seorang pembeli bernama Dinda (21) mengaku kaget mengetahui harga cabai rawit yang telah mencapai Rp 100.000 per kilogram.

"Sempat kaget pas nanya harga cabai, terutama cabai rawit. Beberapa waktu lalu masih sekitar Rp 70.000an sekilonya, hari ini sudah Rp 100.000," ungkapnya.

Sebagai anak kos, Dinda memilih membeli cabai dalam jumlah sedikit untuk menghemat pengeluaran dan menghindari bahan makanan terbuang karena tidak memiliki kulkas.

"Paling beli Rp 5.000 saja, itu bisa dipakai dua kali masak. Harapannya ya semoga kabut asap cepat hilang karena kalau mau keluar itu agak sesak napasnya. Untuk harga sembako juga jangan terus-terusan naik biar nggak bingung ngatur uangnya pas belanja," ujarnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads