Pemerintah Provinsi Lampung menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memperkuat ekonomi keluarga melalui pemberdayaan perempuan desa. Program bertajuk Gerakan Bersama (GEMA) Perempuan Desaku Maju itu akan menyasar peningkatan keterampilan, pengembangan usaha, hingga akses pembiayaan dan pemasaran.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal membahas kolaborasi tersebut bersama OJK dalam rapat kerja strategis di ruang kerjanya, Selasa (20/10/2026). Program ini dirancang agar perempuan desa memiliki peluang lebih besar untuk menjalankan usaha dan menghasilkan pendapatan sendiri.
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy mengatakan pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya dengan memberikan akses pinjaman. Perempuan juga perlu dibekali keterampilan dan pendampingan agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Melalui program ini, kita ingin menyatukan berbagai langkah yang ada. Kita tidak ingin perempuan di desa hanya menjadi objek pembangunan, tetapi bagaimana mendorong mereka menjadi subjek atau penggerak utama ekonomi," kata Otto.
GEMA Perempuan Desaku Maju akan mengintegrasikan pelatihan keterampilan, literasi keuangan, pemanfaatan transaksi digital, pendampingan usaha, serta perluasan akses pembiayaan dan pasar.
Program tersebut menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, terutama rumah tangga pada desil 1 hingga desil 4. Pelaksanaannya melibatkan pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, pemerintah desa, industri jasa keuangan, serta sejumlah mitra terkait.
OJK juga akan memanfaatkan jaringan kelompok perempuan yang telah memiliki usaha, termasuk kelompok binaan PNM Mekaar, sebagai tempat belajar bagi calon pelaku usaha. Perempuan yang belum memiliki usaha dapat mempelajari peluang bisnis dan mendapatkan pendampingan sebelum memutuskan mengakses pembiayaan.
Pada 2026, program ini direncanakan menjadi percontohan di lima desa. Pengembangannya akan dilakukan secara bertahap hingga 2030 dengan mempertimbangkan kebutuhan daerah, termasuk wilayah yang masih membutuhkan peningkatan akses keuangan berdasarkan Indeks Akses Keuangan Daerah (IKAD).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai keterlibatan perempuan dalam kegiatan ekonomi dapat membantu meningkatkan kesejahteraan rumah tangga. Menurutnya, keluarga akan lebih tangguh jika memiliki lebih dari satu sumber pendapatan.
"Kesejahteraan keluarga menjadi lebih meningkat karena pendapatannya tidak lagi bergantung hanya kepada kepala keluarga. Ketika perempuannya punya pendapatan dan anak mudanya di rumah juga punya penghasilan, ketahanan ekonomi keluarga di desa akan menjadi jauh lebih kuat," ujar Mirza.
Mirza mengatakan peningkatan produktivitas masyarakat harus menjadi salah satu fokus pembangunan ekonomi desa. Karena itu, program pemberdayaan perlu disertai pelatihan vokasi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan usaha di setiap wilayah.
"Kunci utama mempercepat pertumbuhan ekonomi adalah dengan mendorong sumber daya manusia kita agar lebih produktif di segala sektor. Karena itu, intervensi melalui pelatihan vokasi dan keterampilan menjadi sangat krusial," tuturnya.
Pemprov Lampung akan menghubungkan program pemberdayaan perempuan tersebut dengan sejumlah program lain. Dukungan bagi keluarga di sektor pertanian dilakukan melalui bantuan pupuk, alat dan mesin pertanian (alsintan), serta pupuk organik cair (POC).
Sementara itu, generasi muda didorong mengembangkan usaha melalui program Taruna Entrepreneur. Perempuan desa akan mendapat dukungan melalui GEMA Perempuan Desaku Maju agar dapat mengembangkan usaha sesuai potensi lokal.
Pemberdayaan juga dapat dilakukan melalui kelompok PKK dan pengembangan produk unggulan desa. Salah satu potensi yang bisa dikembangkan adalah produksi cabai untuk meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus mendukung ketersediaan pasokan pangan.
Program ini juga akan disinergikan dengan inisiatif Pemprov lainnya, seperti Desaku Maju, Desa Tapis, Desa Ekspor dari Pekon, serta pengembangan desa wisata berbasis budaya dan alam.
Mirza menegaskan pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara terintegrasi, mulai dari peningkatan keterampilan hingga pemasaran produk. Dengan dukungan tersebut, perempuan desa diharapkan mampu mengembangkan usaha yang memiliki nilai tambah dan menjangkau pasar lebih luas.
"Ini adalah solusi terintegrasi yang menggabungkan program provinsi dan pemerintah pusat. Fokus utama kita adalah meningkatkan produktivitas masyarakat melalui pemberdayaan yang sesuai dengan potensi lokal, sehingga perempuan dan keluarga di desa memiliki keterampilan, mampu mengembangkan usaha, serta memperoleh pendapatan yang lebih baik," tegasnya.
Melalui kolaborasi Pemprov Lampung dan OJK, program GEMA Perempuan Desaku Maju diharapkan tidak hanya memperluas akses keuangan bagi perempuan, tetapi juga melahirkan lebih banyak usaha produktif yang mampu memperkuat ekonomi keluarga di perdesaan.
