Sebaran titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) masih berada di kisaran ribuan titik. Berdasarkan data Sipongi, terpantau sebanyak 1.016 titik panas yang tersebar di sejumlah wilayah. Terbanyak di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan dari 1.016 titik, sebanyak 556 titik terdeteksi berada di lahan gambut, sedangkan 460 titik lainnya berada di lahan mineral.
"Hotspot kemarin 1.016 titik. OKI masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 335 titik, terdiri dari 288 titik berada di lahan gambut dan 47 titik di lahan mineral," ujar Sudirman, Jumat (23/10/2026).
Jumlah hotspot di OKI, juga seiring dengan banyaknya kejadian dan luasan karhutla di wilayah tersebut. Wilayah yang masih terbakar di antaranya di Pangkalan Lampam dan Tulung Selapan.
Selanjutnya, di Banyuasin tercatat 228 titik panas (gambut 130 titik dan mineral 98 titik), Musi Banyuasin (Muba) 144 titik panas (gambut 52 titik dan mineral 92 titik), dan Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 68 titik panas.
Lalu, di Muara Enim 63 titik (gambut 36 titik dan mineral 27 titik) dan Musi Rawas Utara (Muratara) 60 titik (gambut 46 titik dan mineral 14 titik). Sementara wilayah lain terpantau di bawah jumlah tersebut.
"Hanya di Palembang, Lubuklinggau, dan Pagar Alam nihil hotspot," katanya.
Sementara sepanjang 1-22 Oktober jumlah hotspot yang terdeteksi sebanyak 40.034 titik. Wilayah OKI terpantau paling banyak 23.819 titik, Muba 6.172 titik, Banyuasin 4.930 titik, dan Muara Enim 1.725 titik.
Sedangkam sepanjang Januari-21 Oktober, jumlah hotspot yang terdeteksi mencapai 89.141 titik. Wilayah terpantau paling banyak di OKI 40.765 titik, Muba 14.096 titik, Banyuasin 12.318 titik, dan Muara Enim 7.050 titik.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(dai/dai)