Titik panas atau hotspot di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali tembus 3 ribuan titik. Kisaran angka tertinggi itu tercatat dua kali sepanjang 2026. Terbanyak hotspot terpantau di lahan gambut di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI).
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan berdasarkan update data Sipongi jumlah hotspot harian yang terdeteksi pada Rabu (29/9/2026) sebanyak 3.026 titik.
"Hotspot di Sumsel kembali terpantau di angka 3 ribuan titik. Laporan terbaru data Sipongi hotspot kemarin sebanyak 3.026 titik, sebelumnya pernah mencapai angka tertinggi 3.039 titik pada 16 september," ujar Sudirman, Kamis (30/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari jumlah hotspot 3.026 titik tersebut, sebanyak 2.223 titik terdeteksi di lahan gambut, sedangkan 803 titik berada di wilayah mineral.
"Di wilayah OKI hotspot tercatat sebanyak 1.375 titik, dengan 962 titik di antaranya terpantau di lahan gambut dan 423 titik di mineral," katanya.
Selain OKI, dua daerah lain juga terpantau tinggi. Yakni di Musi Banyuasin terdeteksi 777 titik, dengan 643 titik di antaranya terpantau di lahan gambut dan 134 titik di lahan mineral. Kemudian Banyuasin terdeteksi 642 titik, dengan 585 titik terdeteksi di gambut dan 57 titik di mineral.
"Dari 3.026 titik, tiga daerah berkontribusi paling tinggi hotspot-nya. Di OKI, Muba, dan Banyuasin saja terpantau 2.794 titik. Hanya Lubuklinggau yang nihil hotspot," ungkapnya.
Sementara itu, sepanjang September 2026, total hotspot yang terdeteksi di Sumsel telah mencapai 31.120 titik. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang 2026.
OKI juga menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak selama September. Tercatat sebanyak 10.845 titik hotspot terdeteksi di wilayah tersebut. Kemudian di Banyuasin 5.597 titik, Muba 5.384 titik, Muara Enim 3.083 titik, dan Mura 1.294 titik.
"Lima daerah ini tercatat paling banyak hotspot-nya di Sumsel pada September. Wilayah lainnya hanya di kisaran puluhan hingga ratusan titik," tambahnya.
