Hotspot atau titik panas di Sumatera Selatan, kembali melonjak di angka ribuan titik setelah sebelumnya di kisaran ratusan. Peningkatan itu juga seiring dengan naiknya angka kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan berdasarkan data Sipongi jumlah hotspot harian terpantau 1.111 titik pada Minggu (18/10/2026). Sehari sebelumnya tercatat menurun di angka 794 titik.
"Hotspot kemarin terpantau 1.111 titik, melonjak dari hari sebelumnya 794 titik. Hotspot terbanyak terdeteksi di lahan gambut sebanyak 567 titik dan mineral 544 titik,'" ujarnya, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah hotspot terdeteksi paling banyak di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) 386 titik. Terdiri dari gambut 276 titik dan mineral 110 titik.
Kemudian di Banyuasin 257 titik (gambut 172 titik dan mineral 85 titik), Musi Banyuasin 161 titik (gambut 42 titik dan mineral 119 titik), Muara Enim 61 titik (gambut 36 titik dan mineral 25 titik), dan OKU Timur 51 titik.
Sementara sepanjang 1-18 Oktober, jumlah hotspot yang tercatat di Sumsel sebanyak 35.330 titik. Wilayah OKI terdeteksi sebanyak 21.496 titik, Muba 5.579 titik, Banyuasin 3.992 titik, dan Muara Enim 1.570 titik.
"Sedangkan hotspot sepanjang Januari-18 Oktober, tercatat sebanyak 84.437 titik. Terbanyak juga terpantau di OKI 38.442 titik, Muba 13.503 titik, Banyuasin 11.380 titik, dan Muara Enim 6.895 titik," ungkapnya.
Berdasarkan data BPBD, total luas lahan yang terbakar di Sumsel mencapai 355,92 hektare dari 56 kejadian karhutla.
Operasi pemadaman yang dilakukan satgas darat mampu mengatasi 234,67 hektare dan helikopter water bombing 27 hektare.
"Sisa lahan yang belum padam seluas 94,25 hektare dan akan ditangani bersama pada hari ini," jelasnya.
