Sebaran titik panas atau hotspot di wilayah Sumatera Selatan, melonjak mencapai 1.833 titik. Berdasarkan data Sipongi, ada 1.833 hotspot di Sumsel tersebar di lahan gambut dan mineral.
Dari total itu, sebanyak 1.038 titik berada di lahan gambut, sedangkan 794 titik di lahan mineral.
Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 1.007 titik dengan 611 titik di antaranya terpantau di lahan gambut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hotspot di Sumsel terdeteksi sebanyak 1.833 titik, terdiri dari gambut 1.038 titik dan mineral 794 titik. Angkanya kembali naik dibandingkan data hari sebelumnya sebanyak 1.277 titik," ujar Sudirman, Kamis (22/10/2026).
OKI menjadi wilayah dengan sebaran hotspot tertinggi. Tercatat sebanyak 1.007 titik panas terdeteksi di wilayah tersebut, dengan rincian 611 titik berada di lahan gambut dan 396 titik di lahan mineral.
Selanjutnya, Musi Banyuasin (Muba) mencatat 255 titik, terdiri dari 121 titik di lahan gambut dan 134 titik di mineral. Kemudian, Banyuasin 238 titik, terdiri dari 70 titik di gambut dan 168 titik di mineral.
Sementara itu, wilayah Ogan Komering Ulu (OKU) Timur tercatat memiliki 80 titik, terdiri dari gambut 73 titik dan mineral 3 titik. Muara Enim 50 titik tersebar di gambut 25 titik dan mineral 25 titik.
"Titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit tidak selalu berarti kebakaran telah terjadi, diperlukan verifikasi lebih lanjut di lapangan," katanya.
Sepanjang 1-21 Oktober jumlah hotspot yang terdeteksi sebanyak 39.018 titik. Wilayah OKI terpantau 23.484 titik, Muba 6.028 titik, Banyuaisn 4.702 titik, dan Muara Enim 1.662 titik.
Sedangkam sepanjang Januari-21 Oktober, jumlah hotspot yang terdeteksi mencapai 88.125 titik. Wilayah terpantau paling banyak di OKI 40.430 titik, Muba 13.952 titik, dan Banyuasin 12.090 titik.
