ISPA di Palembang Capai 10.975 Kasus hingga Minggu Ketiga Oktober 2026

Sumatera Selatan

ISPA di Palembang Capai 10.975 Kasus hingga Minggu Ketiga Oktober 2026

Marshanda - detikSumbagsel
Kamis, 22 Okt 2026 06:30 WIB
Jangan Anggap Sepele! Ini 6 Tanda Bahaya ISPA pada Anak Menurut Dokter
Foto: Ilustrasi ISPA (Getty Images/Dimensions)
Palembang -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang mencatat sebanyak 10.975 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga minggu ketiga Oktober 2026. Meski jumlah kasus masih tinggi, angka mingguan ISPA mulai menunjukkan penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palembang, Fenty Aprina, mengatakan jumlah kasus ISPA pada September 2026 mencapai 17.434 kasus. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang tahun ini.

"Iya Oktober, ini data kemarin ya, data hari kemarin kalau ini data kasus bulanan, di bulan September itu sebanyak 17.434 kasus Ini sampai dengan, ini kan sudah minggu ketiga Oktober, jadi di minggu ketiga Oktober ini jumlah kasus ISPA itu 10.975 kasus," ungkapnya Rabu (21/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fenty menjelaskan, berdasarkan data mingguan, kasus ISPA pada minggu ke-41 tercatat sebanyak 3.958 kasus. Jumlah tersebut menurun dibandingkan minggu ke-40 yang mencapai 4.341 kasus.

"Nah untuk kasus Mingguan, jumlah kasus Mingguan di Minggu ke-41 itu 3.958 kasus, menurun dari Minggu ke-40 sebanyak 4.341 kasus, Kecamatan yang tertinggi itu Kecamatan Kertapati, ini kasus yang paling banyak itu di Kertapati," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan kelompok umur, penderita ISPA paling banyak berada pada rentang usia 19-59 tahun, yakni sebanyak 333 kasus. Selain itu, kasus pada kelompok usia 5-9 tahun dan 0-4 tahun juga terbilang cukup tinggi.

Meski mengalami penurunan pada Oktober, Fenty mengatakan Dinkes Palembang tetap mewaspadai tingginya kasus ISPA dengan menyiapkan layanan kesehatan selama 24 jam untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat.

"Memang ISPA masih tinggi ya, tetapi minggu ini agak turun sedikit. Tetapi di bulan September, di kasus September itu merupakan kasus yang tertinggi untuk sepanjang tahun 2026 ini, di bulan akhir September. Ini sudah masuk ke minggu yang ketiga, di bulan Oktober, itu kasus sedikit menurun dari minggu ke-2 ya minggu pertama Oktober itu menurun di minggu ke-2 Oktober ini, tapi kita tetap mempersiapkan seluruh Puskesmas untuk siangnya 24 jam," ujarnya.

Selain mengoptimalkan pelayanan di puskesmas, Dinkes Palembang juga menyiagakan posko kesehatan di seluruh kecamatan. Posko tersebut terintegrasi dengan posko karhutla dan diperkuat tenaga medis yang bertugas selama 24 jam secara bergantian.

"kemudian juga kita membangun posko-posko yang ada di kecamatan terintegrasi dengan posko Karhutla, di mana di kecamatan itu ditambah dengan kekuatan dari kesehatan dengan menempatkan tim kesehatan itu 24 jam, per shift itu terdiri dari dokter, kemudian 2 orang perawat, petugas farmasi, dan 1 orang driver ambulance, jadi itu ada di 18 kecamatan," katanya.

Fenty menambahkan, Dinkes juga menyediakan posko kesehatan berupa tenda di Kelurahan Karya Jaya untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu warga yang membutuhkan penanganan kesehatan akibat dampak kabut asap, khususnya mereka yang mengalami sesak napas.

Selain itu, seluruh puskesmas telah disiapkan fasilitas oksigen yang dapat diakses selama 24 jam. Ruang pelayanan juga dilengkapi dengan humidifier dan air purifier untuk mendukung penanganan warga yang mengalami gangguan pernapasan.

"Di samping juga ada posko-posko kita yang berupa tenda, yang masih sekarang itu di Kelurahan Karya Jaya jadi mendekatkan diri dengan pelayanan, kemudian juga ada tempat untuk masyarakat kita yang ketika mereka sesak nafas, membutuhkan oksigen, itu juga di seluruh Puskesmas sudah disiapkan untuk oksigen, oksigen 24 jam, kemudian ada ruang tempat pelayanan yang dilengkapi dengan humidifier dan air purifier," ungkapnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads