Sumatera Selatan

Kabut Asap Palembang Pekat Lagi, Kualitas Udara Berbahaya

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Selasa, 20 Okt 2026 09:30 WIB
Foto: Kabut asap di Palembang (Rio Roma Dhoni)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali berada pada kategori hitam atau level berbahaya pada Selasa (20/10/2026). Angka Konsentrasi Partikulat atau PM2.5 tercatat sempat di angka 476,9 µg/m³ pada dini hari.

Berdasarkan pantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang kualitas udara di Palembang tercatat kembali ke level berbahaya, di mana pada Senin (19/10) kualitas udara sempat berada di kategori sangat tidak sehat.

"Kualitas udara di Palembang kembali tercatat berada di level berbahaya sejak dini hari. Angka PM.25 tercatat di angka 476,9 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.

Ia menjelaskan pada pukul 01.00 WIB tercatat di angka 436,1 µg/m³ dan meningkat pada pukul 02.00 WIB di angka 476,9 µg/m³. Setelah itu angka PM.25 perlahan menurun, di mana pada pukul 03.00 WIB berada di 388,3 µg/m³.

Kemudian pada pukul 04.00 WIB turun ke angka 349,7 µg/m³ hingga pada pukul 08.00 WIB angka tersebut berada di 314,8 µg/m³ dan masih dalam kategori berbahaya.

"Hingga pagi hari kualitas udara masih berada di kategori berbahaya," ujarnya.

Wandayantolis menyebut, kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang masih berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan sekitarnya. Pergerakan angin yang mengarah ke barat laut memengaruhi pergerakan asap dari wilayah tersebut hingga berdampak pada kualitas udara di Palembang.

"Iya masih dari wilayah OKI (asap karhutla) dan sekitarnya. Diimbau kepada masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di luar ruangan," ujarnya.

Pantauan di Kota Palembang, kabut asap masih terlihat cukup tebal dan di beberapa titik asap terlihat tidak terlalu tebal. Namun jarak pandang cukup terbatas dan sesekali tercium bau asap.

"Saya tadi pagi berangkat kerja sekitar pukul 06.30 WIB, kabut asap pekat lagi. Sudah pakai masker masih terasa pengap dan baunya menyengat. Penglihatan juga cukup kabur, karena kabut asap nutupin jalan," kata Erna Silalahi, warga Sukarami, Palembang.

Ia menyebut kondisi kabut asap pagi ini berbeda dengan hari sebelumnya.

"Kemarin sempat cerah, langit juga terlihat lebih jelas karena kabut asap berkurang, tapi hari ini kabut asap pekat lagi. Harapannya, agar pemerintah cepat bertindak lagi atasi kabut asap," jelasnya.



Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork