Kabut Asap Tebal di Palembang Berasal dari Karhutla di OKI

Sumatera Selatan

Kabut Asap Tebal di Palembang Berasal dari Karhutla di OKI

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 25 Sep 2026 18:00 WIB
Foto udara kawasan Musi II yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (5/9/2026). Berdasarkan citra satelit Himawari-9 yang dipantau BMKG pada 5 September 2026 pukul 10.00 WIB, sebaran asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, Riau, Jambi, Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, dan Papua Selatan bergerak ke arah barat laututara, sedangkan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara bergerak ke arah utaratimur laut. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/kye
Foto: Ilustrasi kabut asap di Palembang (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, menyebabkan kabut asap pekat di Palembang. Kualitas udara sangat tidak sehat hingga berbahaya tercatat di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis mengatakan karhutla masih terjadi di beberapa wilayah OKI. Asap akibat karhutla itu menyebar hingga ke wilayah lain. Salah satu yang terparah di Palembang.

"'Iya (kabut asap di Palembang), karena hujan yang terjadi beberapa hari ini tidak menjangkau wilayah hotspot di OKI," ujarnya, Jumat (25/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari laporan BPBD Sumsel, beberapa wilayah di OKI mengalami karhutla pada Kamis (24/9). Upaya pemadaman dilakukan oleh helikopter water bombing di Cengal, Sungai Menang, Tulung Selapan, Sungai Bungin, dan Pangkalan Lampam.

Dia mengungkapkan asap karhutla yang terjadi di wilayah OKI mengarah ke barat laut, Tercatat kecepatan angin mencapai 21 knot.

ADVERTISEMENT

"Terdata pagi tadi angin dari wilayah OKI mengarah ke barat laut dengan kecepatan 21 knot," katanya.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman sebelumnya mengatakan mengerahkan empat helikopter water bombing untuk pemadaman di wilayah OKI.

Dia merincikan, karhutla di OKI terjadi di Sungai Menang yang tercatat seluas 10 hektare. Upaya pemadaman dengan 14 kali WB dan berhasil dipadamkan 4 hektare.

Di Cengal, karhutla yang terjadi seluas 8 hektare dan telah dilakukan 12 kali WB. Lahan berhasil dipadamkan seluas 4 hektare. Di Tulung Selapan, lahan yang terbakar seluas 10 hektare dan telah dilakukan 13 kali WB. 5 hektare di antaranya berhasil dipadamkan.

Karhutla paling parah terjadi di wilayah Sungai Bungin. Perkiraan luas lahan terbakar mencapai 10 hektare. Upaya pemadaman dilakukan hingga 66 kali WB. Luas karhutla yang disiram mencapai 5 hektare.

Di Pangkalan Lampam, karhutla terjadi seluas 8 hektare. Dilakukan 34 kali WB dan 4 hektare berhasil dipadamkan.

"Hingga akhir pemadaman kemarin sore, kondisinya masih berasap," tukasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads