Cuaca di Sumatera Selatan diprakirakan masih didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dalam periode 20-25 Oktober. Meski begitu, potensi hujan intensitas ringan hingga sedang masih dapat terjadi pada periode tersebut, khususnya pada 23-25 Oktober mendatang.
"Secara umum, kondisi cuaca di wilayah Sumsel pada periode 20-25 Oktober 2026 diprakirakan masih berpotensi didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan. Berpeluang terjadi hujan bersifat lokal di sebagian wilayah Sumsel," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto, Senin (19/10/2026).
Dia menyebut, potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang akan terjadi pada 23-25 Oktober 2026, di beberapa wilayah Sumsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia merincikan, pada 23 Oktober 2026 potensi hujan intensitas ringan-sedang akan terjadi di sebagian kecil wilayah Musi Banyuasin, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Prabumulih, Muara Enim dan PALI.
Sedangkan pada 24 Oktober 2026, potensi hujan intensitas sedang di sebagian kecil wilayah Muba, Muara Enim, Lahat, Empat Lawang, Prabumulih, PALI dan OKU Timur.
"Sedangkan untuk hujan dengan intensitas ringan di wilayah Banyuasin, Lubuklinggau, Pagar Alam, Mura, Muratara, Ogan Ilir, OKU dan OKU Selatan," katanya.
"Pada 25 Oktober 2026, potensi hujan intensitas ringan-sedang terjadi di sebagian kecil wilayah Banyuasin, Empat Lawang, Lubuklinggau, Prabumulih, Lahat, Muara Enim, Muba, Mura, Muratara, OKU, OKU Selatan dan OKU Timur," sambungnya.
Baca juga: Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat |
Sementara terkait kondisi suhu udara yang terasa semakin panas di wilayah Sumsel, Siswanto menyebut karena kuatnya penerimaan radiasi matahari akibat tutupan awan yang relatif minim pada siang hari.
Faktor posisi semu matahari yang berada di selatan ekuator pada periode ini juga mendukung peningkatan pemanasan permukaan di wilayah Indonesia bagian selatan. Selain itu, kondisi atmosfer yang relatif kering dapat mengurangi peluang pembentukan awan hujan secara merata, sehingga pemanasan permukaan berlangsung lebih optimal.
"Berdasarkan prakiraan yang tersedia, suhu maksimum di sejumlah wilayah Sumsel berpotensi mencapai kisaran 35-37°C, meskipun nilai aktual dapat berbeda antarlokasi dikarenakan perbedaan topografi di wilayah Sumsel," jelasnya.
Dari sisi dinamika atmosfer skala global, Siswanto mengungkapkan, pada pertengahan Oktober ini menunjukkan bahwa fenomena El Nino dengan intensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih berpotensi mendukung kondisi yang lebih kering di sebagian wilayah Indonesia.
Kombinasi kedua fenomena tersebut dapat mengurangi dukungan pembentukan awan hujan di sebagian wilayah, sehingga berpotensi memperpanjang kondisi panas dan kering. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas, terutama risiko dehidrasi dan gangguan kesehatan akibat paparan panas berkepanjangan.
"Selain itu, kondisi kering yang berlangsung dalam beberapa hari dapat meningkatkan kerentanan lahan dan vegetasi terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumsel," tukasnya.
