Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Sumatera Selatan kembali dilakukan pada Senin (19/10/2026). Sebanyak 1,6 ton dry ice disemai dalam dua sortie, ditambah satu sortie penyemaian natrium klorida (NaCl) sebanyak 800 kg. Total penyemaian dry ice yang telah dilakukan sebanyak 8,8 ton.
Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang Siswanto mengatakan pelaksanaan OMC terus dilakukan untuk mengatasi persoalan asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumsel.
"Pada Senin (19/10), dilakukan tiga sortie OMC, terdiri dari dua sortie penyemaian dry ice sebanyak 1,6 ton dan satu sortie penyemaian NaCl," ujar Siswanto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksanaan OMC dry ice yang dilakukan masih fokus dilakukan di wilayah Palembang. Dua sortie dry ice dilakukan pada siang hari.
Inovasi teknologi terbaru itu dilakukan karena masih terjadi karhutla di beberapa wilayah Sumsel, dimana asapnya masih mengarah ke Palembang.
"Lokasi semai dry ice dilakukan di wilayah timur hingga tenggara area Palembang," katanya.
Dengan tambahan dua sortie itu, maka total sudah dilakukan 11 kali penyemaian dry ice sejak 15 Oktober 2026.
Sebelumnya, Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman mengatakan berdasarkan laporan satgas karhutla telah dilakukan 9 sortie penyemaian dry ice di Palembang dan sekitarnya per 18 Oktober 2026.
"Per 18 Oktober, OMC dry ice sudah dilakukan penyemaian sebanyak 9 sortie dengan menaburkan 7,2 ton dry ice," ujarnya.
Baca juga: Kualitas Udara Palembang Sangat Tidak Sehat |
