Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan. Bahkan akibat kabut asap tersebut, jarak pandang di hampir semua wilayah Palembang sangat terbatas.
"Hari ini lebih pekat dibanding hari-hari sebelumnya, jarak pandang saja pendek sekali, terbatas. Mengerikan untuk berkendara, meskipun siang hari," kata Alma Athena, warga Sukarami, Palembang, Sabtu (10/10/2026).
Tak hanya itu, menurutnya, kabut asap juga disertai dengan aroma bakaran yang menyengat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah pakai masker pun rasanya masih pengap. Mata jadi pedih, tidak membuat nyaman saat di jalan," kata dia.
Alma berharap pemerintah gerak cepat mengatasi karhutla dan ada upaya maksimal untuk meredakan kabut asap tersebut. Dia juga berharap agar upaya untuk hujan buatan dilakukan.
"Setidaknya ikhtiar dulu, mungkin dengan OMC bisa turun hujan dan kabut asap bisa berkurang," ucapnya.
Salah satu warga Gandus, Wulandari mengatakan kabut asap seperti itu sudah terjadi beberapa waktu lalu, walaupun begitu dirinya tetap beraktivitas di luar ruangan untuk berangkat bekerja.
"Kalau kabut asap begini udah beberapa minggu. Mau tidak mau harus keluar rumah karena untuk berangkat bekerja kan. Iya tapi selalu menggunakan masker kadang sampai dua lapis," katanya.
Berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang Sabtu (10/10/2026), tercatat kualitas udara di Kota Palembang masih berada di level berbahaya.
"Di stasiun PM2.5 Musi tercatat 584,9 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB dan kembali meningkat pada pukul 14.00 WIB di angka 612,8 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis.
Ia menjelaskan, di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang pada dini hari berada di level sangat tidak sehat atau merah, namun meningkat menjelang pagi hari ke level berbahaya. Pada pukul 01.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB angka PM2.5 berada di kisaran 164,2 µg/m³ hingga 246,8 µg/m³ atau di level merah.
Kemudian pada pukul 05.00 WIB terjadi peningkatan PM2.5 yang cukup signifikan yakni 584,9 µg/m³ atau berbahaya. Hingga pukul 07.00 WIB angka PM2.5 masih cukup tinggi yakni 549,2 µg/m³.
Namun pada pukul 09.00 WIB PM2.5 berada di level kuning atau tidak sehat hingga pukul 11.00 WIB. Setelah itu angkat tersebut naik dengan signifikan hingga angka yang cukup tinggi yakni 612,8 WIB pada pukul 14.00 WIB.
