Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Dudung Abdurachman, menegaskan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan harus dilakukan secara masif, presisi, dan terukur. Percepatan pemadaman menjadi salah satu upaya yang ditekankan agar seluruh titik api benar-benar padam.
Hal itu disampaikan Dudung usai menghadiri rapat koordinasi penanganan karhutla di Griya Agung Palembang, Rabu (14/10/2026).
Dudung mengatakan penanganan karhutla di Sumsel menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Presiden meminta agar kebakaran hutan dan lahan segera dituntaskan melalui langkah-langkah penanganan yang tepat.
"Penekanan Bapak Presiden bahwa penuntasan kebakaran hutan ini harus masif, presisi, dan terukur sehingga secepatnya bisa diatasi," ujar Dudung.
Ia menyebut, percepatan pemadaman menjadi salah satu hal utama yang dibahas dalam rapat tersebut. Petugas diminta memastikan api benar-benar padam agar kebakaran tidak terus berlanjut.
"Tadi saya sampaikan, yang pertama adalah percepatan pemadaman dan pastikan bahwa api ini sudah benar-benar mati," katanya.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani karhutla, termasuk dengan dukungan teknologi yang digunakan dalam proses pemadaman.
Selain itu, operasi terpadu juga akan diperkuat dengan melibatkan TNI, Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, pemerintah daerah, serta seluruh unsur pendukung lainnya.
"Kemudian kita juga tadi menyampaikan tentang memperkuat operasi terpadu, baik TNI, Polri, BNPB, BPBD, Manggala Agni, pemerintah daerah, dan seluruh unsur pendukung," ungkapnya.
Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
(dai/dai)