Irjen Widodo Jabat Kapolda Jambi, Soroti Karhutla hingga Tambang Ilegal

Jambi

Irjen Widodo Jabat Kapolda Jambi, Soroti Karhutla hingga Tambang Ilegal

Dimas Sanjaya - detikSumbagsel
Rabu, 14 Okt 2026 17:20 WIB
Irjen Widodo disambut pedang pora saat tiba di Polda Jambi
Foto: Irjen Widodo disambut pedang pora saat tiba di Polda Jambi (Dok. Polda Jambi)
Jambi -

Irjen Widodo resmi menjabat Kapolda Jambi setelah menerima penyerahan jabatan dari Irjen Krisno Halomoan Siregar. Tiba di Jambi, Irjen Widodo turut menyoroti kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga tambang ilegal.

Tiba di Polda Jambi, Rabu (14/10/2026) pagi, Irjen Widodo disambut dengan pedang pora dan rangkaian adat melayu Jambi. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyerahan pataka dari Irjen Krisno, sebagai simbol penyerahan jabatan.

Saat diwawancarai awak media, Irjen Widodo turut menanggapi persoalan karhutla yang masih terjadi di Provinsi Jambi. Khususnya, saat ini kebakaran masih berlangsung di Taman Nasional Berbak dan Sembilang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karhutla kita butuh bantuan pakar, bagaimana memadamkan api di Taman Nasional. Orang aja susah apalagi damkar (pemadam kebakaran). Dipakai waterbombing, sampai daun-daun saja, apinya di bawah, nah ini yang perlu kita cari solusi," kata Widodo, Rabu (14/10/2026).

Saat tiba di Jambi, pada Selasa (13/10) malam, Widodo mengaku telah berbincang dengan Gubernur Jambi Al Haris dan Danrem 042 Gapu Brigjen TNI Nyamin, terkait persoalan karhutla. Dia menyebut pemadaman karhutla perlu sinergi lintas sektoral.

ADVERTISEMENT

Saat ini, petugas di lapangan masih mendapat hambatan untuk menjangkau titik api di TNBS. Sehingga, dia menyebut upaya optimal terus dilakukan petugas baik pemadaman darat maupun waterbombing.

"Malam saya sudah ngobrol dengan Pak Danrem dan Gubernur. Apa sih solusinya? Coba kita daratkan orang di situ, dengan membawa peralatan tentunya, ya walaupun itu memang tidak akan meng-cover banyak area ya. Tapi upaya-upaya itu perlu kita lakukan," ujarnya.

Widodo mengaku terbuka bagi ahli, akademisi, hingga pakar, untuk berdiskusi terkait penanganan pemadaman karhutla khususnya di lahan gambut yang sulit dijangkau. Di sisi lain, dia menegaskan personel kepolisian akan terus dioptimalkan untuk membantu proses pemadaman karhutla.

"Kita nggak ada cerita, polisi bukan pemadam kebakaran nggak ada cerita. Pokoknya semua yang bisa kami bantu kita lakukan, polisi lakukan," tegasnya.

Selain itu, Widodo juga menanggapi persoalan-persoalan tambang ilegal yang masih beroperasi di Jambi, mulai dari tambang emas ilegal hingga tambang sumur minyak ilegal. Dia mendorong agar masyarakat melakukan izin pertambangan rakyat (IPR).

"Itu tetap kerja sama semua pihak. Apa solusinya? Kita perjuangkan IPR, sehingga ala resmi tidak merusak," ujar mantan Kapolda Gorontalo tersebut.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads