BNPB Salurkan Bantuan untuk Penanganan Karhutla di Palembang

Sumatera Selatan

BNPB Salurkan Bantuan untuk Penanganan Karhutla di Palembang

Irawan - detikSumbagsel
Senin, 31 Agu 2026 18:40 WIB
Wali Kota Palembang mendapat dukungan memperkuat penanganan karhutla.
Wali Kota Palembang mendapat dukungan memperkuat penanganan karhutla. (Foto: Istimewa)
Palembang -

Pemerintah Kota Palembang mendapat dukungan untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan berupa logistik dan peralatan disalurkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Penyerahan bantuan dilakukan usai Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Sumatera Selatan 2026 di Griya Agung, Palembang, Senin (31/8). Rakor tersebut dihadiri Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, dan Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Bantuan untuk Palembang, terdiri dari 25 alat pelindung diri (APD), lima roll selang berukuran 1,5 inci, empat pompa jinjing 2 HP, dua mesin pompa air 6 HP, dua nozzle, dan dua flexible tank.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan bantuan tersebut merupakan peralatan yang sebelumnya diajukan Pemkot Palembang sesuai kebutuhan penanganan karhutla di lapangan.

"Ini sesuai dengan kebutuhan yang kami usulkan sebelumnya, terutama untuk mendukung petugas dalam melakukan pemadaman," katanya, Senin (31/8/2026).

ADVERTISEMENT

Dewa mengungkapkan Pemkot Palembang, terus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla. Hingga saat ini, lahan yang terbakar di wilayah Palembang tercatat sekitar 185,4 hektare.

Meski demikian, Dewa menyebut sebagian besar lahan yang terbakar merupakan lahan mineral, bukan gambut. Kondisi itu membuat proses pemadaman relatif lebih mudah dilakukan.

Dia juga telah menginstruksikan satgas karhutla agar mempercepat proses pemadaman di sejumlah lokasi. Pemkot turut menggandeng PDAM untuk memastikan ketersediaan air bagi petugas di lapangan.

"Selain fokus pada pemadaman, Pemkot Palembang menyiapkan langkah untuk mengantisipasi dampak asap terhadap kesehatan masyarakat," ungkapnya.

Dewa mengatakan kualitas udara Palembang masih perlu diwaspadai. Hingga pukul 10.00 WIB, posisi ISPU Palembang berada di peringkat keenam. Kondisi tersebut tidak hanya dipengaruhi kebakaran lahan di Palembang, tetapi juga asap dari sejumlah daerah lain di Sumsel.

"Karena itu kami juga menyiapkan posko kesehatan. Pelayanan kesehatan kami pastikan tetap berjalan 24 jam," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah pusat turun langsung ke Sumsel untuk memastikan instruksi presiden mengenai penanganan karhutla dijalankan maksimal.

Dia menyebut perkembangan karhutla di Sumsel menunjukkan tren cukup baik. Data menunjukkan jumlah titik panas atau hotspot mengalami penurunan.

Meski demikian, pemerintah belum menganggap situasi sepenuhnya aman. Seluruh pemda, petugas, masyarakat, dan perusahaan diminta tetap meningkatkan kewaspadaan.

"Kita tidak boleh lengah. Jangan sampai muncul titik api baru yang kemudian berkembang menjadi karhutla," katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat maupun perusahaan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dinilai berisiko memicu kebakaran lebih luas.

Menurutnya, penurunan hotspot juga terlihat secara nasional, termasuk di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan.

"Trennya menurun, tetapi tetap kita pantau dan tangani agar kondisi ini terus terkendali," tukasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads