Inovasi Dry Ice Atasi Asap Karhutla akan Digelar Perdana di Sumsel

Sumatera Selatan

Inovasi Dry Ice Atasi Asap Karhutla akan Digelar Perdana di Sumsel

Marshanda, Vinsca - detikSumbagsel
Rabu, 14 Okt 2026 20:20 WIB
Menko Polkam Dudung saat rakor penanganan karhutla di Sumsel.
Menko Polkam Dudung saat rakor penanganan karhutla di Sumsel. (Foto: Vinsca)
Palembang -

Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan, akan dilakukan melalui inovasi penggunaan dry ice yang akan diterbangkan menggunakan pesawat udara. Langkah ini menjadi upaya baru untuk membantu mengurangi kabut asap sekaligus mempercepat proses pemadaman kebakaran.

Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman mengatakan peluncuran metode tersebut menjadi langkah awal penggunaan dry ice melalui pesawat udara di Sumsel, sebelum diterapkan lebih luas di Indonesia.

"Setelah ini saya akan launching dry ice. Jadi, dry ice ini baru pertama kali akan diterbangkan di Sumsel, dan di Indonesia dimulai dari Sumsel menggunakan pesawat udara," ujarnya, Rabu (14/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menjelaskan, kondisi jarak pandang atau visibility yang telah berada di atas 1.000 meter memungkinkan helikopter untuk kembali terbang. Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan operasi udara untuk mendukung penanganan karhutla.

"Karena baru kali ini helikopter bisa terbang, karena memang visibility-nya sudah di atas 1.000," katanya.

ADVERTISEMENT

Menurut Dudung, penggunaan pesawat udara dalam operasi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kabut asap yang ditimbulkan oleh karhutla. Dengan demikian, upaya pemadaman dapat dilakukan secara lebih optimal.

"Kemudian pesawat agar diterbangkan di atas sehingga akan mengurangi kabut asap guna mempercepat pemadaman," lanjutnya.

Selain pemanfaatan dry ice, pemerintah juga mengandalkan sejumlah langkah lain untuk menangani karhutla di Sumsel. Di antaranya pelaksanaan operasi modifikasi cuaca atau hujan buatan.

"Upaya yang dilakukan ya dari dry ice tadi, kemudian bantuan dari Bapak Presiden dan hujan buatan," ungkapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan dry ice ini baru pertama kali dilakukan dan akan dikembangkan.

"Ini akan menjadi yang pertama di Sumsel, di Indonesia bahkan. Jadi menggunakan pesawat udara, karena memang baru kali ini juga helikopter bisa terbang," ujar Deru.

Dia menjelaskan, penerapan teknologi dry ice akan dilakukan menggunakan pesawat udara yang terbang di atas wilayah terdampak kabut asap.

"Kondisi jarak pandang atau visibility-nya saat ini sudah berada di atas 1.000 meter, sehingga helikopter mulai bisa kembali terbang untuk mendukung penanganan karhutla," katanya.

Selain melalui teknologi dry ice pemerintah juga telah melakukan berbagai upaya untuk mempercepat pemadaman karhutla, termasuk melalui OMC atau hujan buatan dengan dukungan pemerintah pusat.

"Banyak yang dilakukan ya. Tadi juga banyak disampaikan dari pemerintah, upaya-upaya yang sudah dilakukan. Ya itu salah satunya dry ice itu," ujarnya.

"Kemudian juga bantuan dari Bapak Presiden juga. Seperti hujan buatan dan sebagainya," tambahnya.

Dia berharap berbagai upaya tersebut dapat membantu mempercepat penanganan karhutla sehingga kondisi di Sumsel segera pulih.

"Jadi sudah banyak yang dilakukan. Ya kita berdoa sama-sama ya, semoga ini cepat tuntas diselesaikan," tukasnya.



(rep/rep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads