Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membentuk satuan khusus penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Satuan ini akan difokuskan untuk pemadaman darat. Mereka akan dilengkapi peralatan hingga alat pelindung diri (APD).
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan pembentukan satuan ini berdasarkan efektivitas pemadaman yang dilakukan satgas darat, sehingga diperlukan penguatan personel.
"Jadi, pasukan udara khususnya water bombing hanya berperan 10 persen dari total pemadaman. Sisanya tetap mengharapkan satgas darat. Jadi, begitu penting peran serta masyarakat, mulai dari informasi, pencegahan, sampai dengan penanggulangan," ujar Deru, Rabu (16/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Personel tambahan yang akan membantu satgas darat dalam penanggulangan karhutla ini, akan dibentuk secara regu. Setiap regunya terdiri dari 15 orang.
"Kabar baiknya, dari BNPB dan Kementeria Kehutanan akan member bantuan APD, alat kelengkapan kerja sesuai dengan kebutuhan daerah," katanya.
"Jadi, nanti per kelompok akan dibuat 15 orang. Dan saya juga sudah izin untuk membentuk satgas khusus juga, seperti Manggala Agni, yang sudah punya kinerja dan konsistensinya. Jadi nanti ada unsur gabungan, dengan nama (satuan) khusus," ungkapnya.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan penanganan karhutla di Sumsel melibatkan 12.285 personel gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, KTPA, MPA, dan tim pemadam dari beberapa perusahaan. Kekuatan tersebut didukung operasi udara berupa patroli dan tujuh unit helikopter water bombing.
Operasi darat diprioritaskan pada titik api aktif serta lokasi yang berpotensi mengalami perluasan. Mobilisasi personel dan peralatan disesuaikan dengan tingkat kerawanan masing-masing wilayah.
Untuk meningkatkan kecepatan respons, BNPB mendorong penguatan satgas darat melalui penambahan personel berbasis masyarakat. Salah satu usulan yang disiapkan adalah pembentukan 50 tim Satgas Darat Masyarakat Peduli Api (MPA), masing-masing beranggotakan 15 orang, sehingga terdapat tambahan 750 personel.
Setiap tim akan mendapatkan dukungan peralatan pemadaman, antara lain pompa air, selang, nozzle, sepatu pelindung, dan pompa punggung.
"Penguatan tersebut diarahkan agar masyarakat di sekitar wilayah rawan dapat melakukan deteksi dan penanganan awal secara cepat sebelum api berkembang lebih luas.
"Ini perlengkapan minimal bagi satgas darat, yaitu nozzle pemadam, sepatu boot, jet shooter backpack, selang hantar dan pompa air. Satu regu 15 orang, dibentuk regu-regu itu, nanti akan kita dukung perlengkapan ini," ungkapnya.
