Sumatera Selatan

Minyak Jelantah di Palembang Bakal Diolah Jadi Bahan Bakar Pesawat

Irawan - detikSumbagsel
Rabu, 14 Okt 2026 05:30 WIB
Foto: Audiensi antara TP PKK Kota Palembang, TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, dan pihak Fudwest (Dok. Diskominfo Palembang)
Palembang -

Limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah di Kota Palembang, Sumatera Selatan, bakal diolah menjadi bahan baku bahan bakar pesawat ramah lingkungan atau bioavtur. Program ini akan melibatkan kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) hingga tingkat RT dan RW.

Rencana tersebut dibahas dalam audiensi antara TP PKK Kota Palembang, TP PKK Provinsi Sumatera Selatan, dan pihak Fudwest di Rumah Dinas Wali Kota Palembang. Program pengolahan minyak jelantah ini diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi persoalan limbah rumah tangga sekaligus membuka peluang pendapatan tambahan bagi keluarga.

Ketua TP PKK Kota Palembang Dewi Sastrani Ratu Dewa, mengatakan pihaknya membahas langkah konkret pengumpulan dan pengolahan minyak jelantah dari rumah tangga untuk dijadikan bahan baku avtur.

Menurut Dewi, pelaksanaan program tersebut akan melibatkan kader PKK secara luas, mulai dari tingkat kecamatan, 107 kelurahan, hingga kelompok Dasawisma di setiap RT dan RW.

"Selain menjaga kesehatan keluarga dengan membatasi penggunaan minyak goreng maksimal dua kali pakai, program ini juga menjadi bagian dari upaya TP PKK dalam meningkatkan perekonomian keluarga," katanya kepada wartawan, Selasa (13/10/2026).

Dia berharap keterlibatan kader PKK dapat mendorong masyarakat untuk tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan.

"Dengan sistem pengumpulan yang terorganisasi, limbah dapur tersebut bisa memiliki nilai ekonomi. Dan saya harapkan kader PPPK bisa mendorong ini," ungkapnya.

Komisaris Fudwest, Widiono, menjelaskan kebiasaan membuang minyak jelantah ke wastafel maupun saluran air berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan. Selain itu, minyak bekas yang dibuang sembarangan dapat menyebabkan penyumbatan saluran air.

Dia menyebutkan, berdasarkan data yang dipaparkan dalam audiensi, satu liter minyak jelantah yang dibuang dapat mencemari hingga satu juta liter air tanah.

Sementara itu, potensi minyak jelantah di Kota Palembang diperkirakan mencapai 3.400 ton per tahun. Jumlah tersebut dinilai menjadi peluang untuk mengembangkan pengelolaan limbah rumah tangga menjadi bahan baku energi alternatif.

"Program ini telah berjalan di beberapa daerah seperti Jakarta dan kini siap dikembangkan di Palembang sebagai pilot project untuk wilayah Sumatera Selatan," kata Widiono.

Dia menjelaskan, minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan nantinya akan melalui proses kimiawi khusus sebelum dikirim untuk diolah lebih lanjut menjadi bioavtur.

Pemanfaatan minyak jelantah sebagai bahan baku bahan bakar penerbangan ramah lingkungan diharapkan dapat membantu mengurangi emisi karbon, sekaligus mendorong pemanfaatan limbah yang sebelumnya tidak memiliki nilai guna menjadi produk bernilai ekonomi.

Ketua Pokja 2 TP PKK Sumsel, Feri, menambahkan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ekonomi keluarga.

Menurutnya, edukasi mengenai penggunaan minyak goreng juga penting dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko kesehatan akibat penggunaan minyak secara berulang.

Risiko yang perlu diwaspadai antara lain peningkatan kadar kolesterol, gangguan jantung, paparan radikal bebas, hingga gangguan pencernaan.

"Melalui kolaborasi ini, Kota Palembang akan menjadi sebagai project percontohan (pionir) untuk Sumsel dalam mengubah limbah dapur menjadi sumber pendapatan baru sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat," ujar Feri.

Melalui program ini, TP PKK Kota Palembang bersama TP PKK Sumsel dan Fudwest berharap pengumpulan minyak jelantah dapat menjadi gerakan masyarakat yang berkelanjutan.

Selain mengurangi pencemaran lingkungan, program tersebut diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi keluarga melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.



Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"

(dai/dai)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork