Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih berada dalam kondisi tidak sehat hingga berbahaya pada Senin (12/10/2026). Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang disampaikan, angka PM2.5 berada di kisaran 86,1 µg/m³-451,1 µg/m³.
"Kualitas udara Palembang hari ini berada pada rentang tidak sehat hingga berbahaya. Tertinggi angka PM2.5 tercatat pada pukul 04.00 WIB yang mencapai 451 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Senin (12/10/2026).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Palembang masih perlu diwaspadai masyarakat. Kondisi berbahaya itu telah tercatat sejak dini hari, pukul 02.00 WIB yang berada pada angka 327,9 µg/m³.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pukul 10.00 WIB, masuk kategori sangat tidak sehat dengan angka 154,5 µg/m³," katanya.
Asap yang masuk ke Palembang, masih berasal dari wilayah karhutla di OKI dan sekitarnya. Sejumlah kejadian di lokasi itu membuat angin mengarah ke Palembang.
Data tersebut menunjukkan kualitas udara Palembang masih menjadi perhatian hingga pagi hari.
Tingginya angka indeks mengindikasikan kondisi udara yang tidak sehat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung.
"Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih buruk. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dianjurkan dipakai," tukasnya.
