Udara Palembang Tidak Sehat-Berbahaya, Warga Diimbau Pakai Masker

Sumatera Selatan

Udara Palembang Tidak Sehat-Berbahaya, Warga Diimbau Pakai Masker

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Senin, 12 Okt 2026 11:20 WIB
Kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera yang tertutup kabut asap Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026). Berdasarkan pantauan aplikasi IQair, kualitas udara di Kota Palembng pada Senin (5/10) masuk dalam kategori berbahaya akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan nilai indeks standar pencemaran udara PM2.5 mencapai angka 1.702. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
Foto: Ilustrasi kabut asap Palembang (ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, masih berada dalam kondisi tidak sehat hingga berbahaya pada Senin (12/10/2026). Berdasarkan data pemantauan kualitas udara yang disampaikan, angka PM2.5 berada di kisaran 86,1 µg/m³-451,1 µg/m³.

"Kualitas udara Palembang hari ini berada pada rentang tidak sehat hingga berbahaya. Tertinggi angka PM2.5 tercatat pada pukul 04.00 WIB yang mencapai 451 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis, Senin (12/10/2026).

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas udara di Palembang masih perlu diwaspadai masyarakat. Kondisi berbahaya itu telah tercatat sejak dini hari, pukul 02.00 WIB yang berada pada angka 327,9 µg/m³.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pukul 10.00 WIB, masuk kategori sangat tidak sehat dengan angka 154,5 µg/m³," katanya.

ADVERTISEMENT

Asap yang masuk ke Palembang, masih berasal dari wilayah karhutla di OKI dan sekitarnya. Sejumlah kejadian di lokasi itu membuat angin mengarah ke Palembang.

Data tersebut menunjukkan kualitas udara Palembang masih menjadi perhatian hingga pagi hari.

Tingginya angka indeks mengindikasikan kondisi udara yang tidak sehat, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta orang yang memiliki gangguan pernapasan dan penyakit jantung.

"Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi udara masih buruk. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dianjurkan dipakai," tukasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads