Bupati Banyuasin Geram Saat Petugas Pemadam Damkar Diusir Pihak Perusahaan

Sumatera Selatan

Bupati Banyuasin Geram Saat Petugas Pemadam Damkar Diusir Pihak Perusahaan

Irawan - detikSumbagsel
Sabtu, 10 Okt 2026 15:18 WIB
Bupati Banyuasin Askolani menegur perusahaan PT Bintang Gasing
Foto: Bupati Banyuasin Askolani menegur perusahaan PT Bintang Gasing (Dok. Istimewa)
Banyuasin -

Bupati Banyuasin Askolani geram setelah menerima laporan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin mengalami kendala saat hendak mengambil air di PT Bintang Gasing Persada untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gasing.

Di tengah situasi darurat kebakaran dan keterbatasan sumber air akibat musim kemarau, tim BPBD Banyuasin berinisiatif meminta pasokan air ke perusahaan tersebut guna membantu proses pemadaman api. Namun, upaya itu justru menemui hambatan setelah tim BPBD disebut diminta keluar dari area perusahaan saat hendak mengisi air.

Informasi mengenai kejadian tersebut diterima Bupati Banyuasin Askolani dari Kepala Desa Gasing, Nurbaiti Apriani. Laporan itu kemudian mendorong Askolani mendatangi dan menegur pihak perusahaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan nada keras, Askolani menegur sikap perusahaan yang disebut mempersulit upaya petugas dalam mendapatkan air untuk penanganan kebakaran. Menurutnya, dalam situasi darurat seperti karhutla, dukungan seluruh pihak sangat dibutuhkan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah api meluas.

"Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Dalam situasi darurat, air sangat dibutuhkan untuk memadamkan api, melindungi masyarakat, dan mencegah kebakaran meluas," katanya, Santu (10/10/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan, penanganan bencana tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan petugas di lapangan. Perusahaan yang beroperasi di wilayah Banyuasin juga diharapkan menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat, terutama ketika terjadi bencana yang mengancam keselamatan warga dan lingkungan.

Atas laporan tersebut, Askolani mengaku telah mendatangi dan memberikan teguran kepada pihak PT Bintang Gasing Persada. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang, terlebih ketika petugas sedang berjuang memadamkan kebakaran di tengah keterbatasan sumber air.

"Atas laporan tersebut, kami mendatangi dan menegur pihak perusahaan. Kami berharap seluruh perusahaan di Banyuasin memiliki kepedulian dan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana," tegasnya.

Askolani juga mengingatkan bahwa dalam kondisi darurat, kepentingan kemanusiaan harus menjadi prioritas. Menurutnya, setiap detik sangat berharga dalam upaya memadamkan api, menyelamatkan masyarakat, serta mencegah kebakaran semakin meluas.

"Dalam keadaan darurat, mari utamakan kemanusiaan. Jangan biarkan aturan mengalahkan kepedulian, karena setiap detik sangat berharga untuk menyelamatkan sesama," tutupnya.

Peristiwa ini menjadi sorotan mengenai pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, petugas penanggulangan bencana, masyarakat, dan pihak perusahaan dalam menghadapi karhutla. Di tengah musim kemarau yang membatasi ketersediaan air, dukungan sumber daya dari berbagai pihak menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kebakaran.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads