Kualitas udara di Palembang masih berada di level berbahaya, dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan. Bahkan, konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 tercatat berada di angka cukup tinggi yakni 747,4 µg/m³.
Berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang dan Stasiun PM2.5 Talang Betutu milik BMKG, pada Sabtu (10/10/2026), tercatat kualitas udara di Kota Palembang masih berada di level berbahaya.
"Di Stasiun PM2.5 Talang Betutu angka tertinggi tercatat di angka 747,4 µg/m³. Sedangkan Stasiun PM2.5 Musi tercatat 584,9 µg/m³ pada pagi hari," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang pada dini hari berada di level sangat tidak sehat atau merah, namun meningkat menjelang pagi hari ke level berbahaya. Pada pukul 01.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB angka PM2.5 berada di kisaran 164,2 µg/m³ hingga 246,8 µg/m³ atau di level merah.
Kemudian pada pukul 05.00 WIB terjadi peningkatan PM2.5 yang cukup signifikan yakni 584,9 µg/m³ atau berbahaya. Hingga pukul 07.00 WIB angka PM2.5 masih cukup tinggi yakni 549,2 µg/m³.
"Sedangkan di Stasiun PM2.5 Talang Betutu angka tertinggi tercatat di pukul 07.00 WIB di angka 747,4 µg/m³. Namun sejak dini hari sudah berada di level berbahaya," katanya.
Di Stasiun PM2.5 Talang Betutu angka PM.25 naik turun, pada pukul 02.00 WIB di angka 314,1 µg/m³, kemudian meningkat signifikan ke angka 732,1µg/m³ pada pukul 03.00 WIB. Selanjutnya turun kembali ke angka 311,2 µg/m³ pada pukul 04.00 WIB dan kembali naik ke angka yang cukup tinggi yakni 747,4 µg/m³ pada pukul 07.00 WIB.
Dia menyebut, kabut asap yang masih menyelimuti Kota Palembang masih terlihat cukup tebal akibat karhutla di sejumlah wilayah yang ada di Sumsel.
Maka dari itu masyarakat diimbau untuk selalu menggunakan masker saat keluar ruangan, serta mengurangi aktivitas di luar, sebab tebalnya asal juga membuat mata perih dan dapat mengganggu kesehatan.
"Masyarakat yang berada di wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tinggi disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar," imbaunya.
