Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Palembang M. Affan Prapanca menanggapi kejadian dugaan pencabulan yang dilakukan pembina Pramuka di sekolah SMP di Palembang. Dia menyatakan sangat menyayangkan insiden yang mencoreng dunia pendidikan tersebut.
Affan mengaku baru menerima informasi awal dan akan segera melakukan tindakan tegas. Dia juga menegaskan bakal memanggil seluruh kepala sekolah SMP dan pembina Pramuka di Palembang untuk melakukan pemeriksaan serta evaluasi menyeluruh.
"Kami menyayangkan kejadian tersebut terjadi di dunia pendidikan. Kami akan segera melakukan pemeriksaan dan memanggil seluruh kepala sekolah serta pembina Pramuka untuk menyikapi hal ini," katanya kepada detikSumbagsel, Sabtu (10/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan belum mengetahui pasti kejadian tersebut dan berapa koran dari kejadian itu.
"Kami belum tau mendetail kejadian itu dan SMP mana anak yang menjadi korban yang jelas, setelah kami tau nanti kami sampaikan, terimakasih informasinya," ungkap Kadisdik kota Palembang.
Diberitakan sebelumnya, pembina pramuka SMP Negeri di Palembang, Sumatera Selatan, berinisial H (24) diduga mencabuli delapan siswanya. Aksi bejat pelaku sudah dilakukannya sejak lima tahun lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, detikSumbagsel dugaan tindakan asusila tersebut terungkap usai polisi menelusuri video asusila yang diduga dijual pelaku. Pelaku sudah melakukan perbuatan tersebut sejak tahun 2021, korban merupakan anak-anak SMP Negeri di Palembang yang sedang latihan ekskul pramuka.
Seorang orang tua siswa inisial I membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menceritakan baru mengetahui anaknya menjadi korban pelecehan dari pihak kepolisian.
"Ya Kamis (8/10) kemarin, polisi datang ke rumah menanyakan anak kami dan menunjukkan video bahwa anak kami jadi korban pelecehan oleh pembina pramuka lima tahun lalu, kami sangat kaget Pak," katanya kepada wartawan, Jumat (9/10/2026).
Dia mengatakan selain anaknya, ada tujuh lagi korban yang diduga dicabuli oleh pelaku.
"Saat kami ke Polda, ternyata ada tujuh korban lainnya yang menjadi korban pelaku," ungkapnya
