Kualitas udara di Palembang, memburuk pada Jumat (9/10/2026) siang hingga sore. Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang milik BMKG, konsentrasi partikulat halus tercatat pada level hitam atau berbahaya.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis memgatakan data pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan dalam tiga jam berturut-turut.
"Pada pukul 14.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 276,6 µg/m³. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 303,3 µg/m³ pada pukul 15.00 WIB dan kembali naik menjadi 304,7 µg/m³ pada pukul 16.00 WIB," ujar Wandayantolis, Jumat (9/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peningkatan tersebut menunjukkan kondisi pencemaran udara kian memburuk pada siang hingga sore hari. Statusnya pada level hitam atau berbahaya," sambungnya.
Menurutnya, buruknya kualitas udara diakibatkan oleh asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di beberapa wilayah Sumsel.
Secara visual, buruknya kualitas udara juga terlihat dari asap yang tampak di sekitaran. Bahkan, ketika berkendara pun asap masih terpantau jelas hingga membuat mata perih dan sesak napas.
"Konsentrasi PM2.5 yang tinggi perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan berdampak pada kesehatan," terangnya.
Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Mereka juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar.
