Udara Palembang Kembali Level Berbahaya pada Siang dan Sore

Sumatera Selatan

Udara Palembang Kembali Level Berbahaya pada Siang dan Sore

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Jumat, 09 Okt 2026 19:20 WIB
Sejumlah pengendara melintas di atas jembatan Musi IV Palembang yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (4/10/2026). Berdasarkan pantauan aplikasi ISPUnet milik Kementerian Lingkungan Hidup, kualitas udara di Kota Palembng pada Minggu (4/10) masuk dalam kategori berbahaya akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan nilai indeks standar pencemaran udara mencapai angka 780. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/YU
Kabut asap masih selimuti Kota Palembang (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palembang -

Kualitas udara di Palembang, memburuk pada Jumat (9/10/2026) siang hingga sore. Berdasarkan hasil pemantauan Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang milik BMKG, konsentrasi partikulat halus tercatat pada level hitam atau berbahaya.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis memgatakan data pemantauan BMKG menunjukkan konsentrasi PM2.5 mengalami peningkatan dalam tiga jam berturut-turut.

"Pada pukul 14.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat sebesar 276,6 µg/m³. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 303,3 µg/m³ pada pukul 15.00 WIB dan kembali naik menjadi 304,7 µg/m³ pada pukul 16.00 WIB," ujar Wandayantolis, Jumat (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peningkatan tersebut menunjukkan kondisi pencemaran udara kian memburuk pada siang hingga sore hari. Statusnya pada level hitam atau berbahaya," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, buruknya kualitas udara diakibatkan oleh asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di beberapa wilayah Sumsel.

Secara visual, buruknya kualitas udara juga terlihat dari asap yang tampak di sekitaran. Bahkan, ketika berkendara pun asap masih terpantau jelas hingga membuat mata perih dan sesak napas.

"Konsentrasi PM2.5 yang tinggi perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan berdampak pada kesehatan," terangnya.

Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Mereka juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads