Al Haris Kerahkan ASN Pria Bantu Padamkan Karhutla di Jambi

Jambi

Al Haris Kerahkan ASN Pria Bantu Padamkan Karhutla di Jambi

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Sabtu, 10 Okt 2026 08:30 WIB
Gubernur Jambi Al Haris saat menginstruksikan percepatan pemadaman api di TNBS
Gubernur Jambi Al Haris (Foto: Istimewa)
Jambi -

Gubernur Jambi Al Haris menyiapkan pengerahan aparatur sipil negara (ASN) pria untuk membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah. Kebijakan ini disiapkan untuk menambah kekuatan personel di tengah kabut asap pekat yang masih menyelimuti Kota Jambi.

Al Haris mengatakan ASN yang dilibatkan nantinya akan tergabung dalam satuan tugas (Satgas) ASN. Mereka akan membantu Satgas Karhutla yang lebih dahulu bertugas menangani titik api di lapangan.

"Ini nanti kita namakan Satgas ASN, di mana Satgas ini untuk membantu Satgas Karhutla yang sudah lebih dulu di lapangan buat memadamkan api," kata Al Haris dalam keterangan tertulis yang diterima detikSumbagsel, Jumat (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Al Haris, pengerahan ASN tersebut akan diatur melalui surat keputusan (SK) yang diterbitkan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi. Anggota Korpri yang masuk dalam kelompok usia 25 hingga 40 tahun disiapkan untuk membantu penanganan karhutla.

ASN yang telah ditetapkan melalui SK nantinya tidak menjalankan aktivitas kerja seperti biasa di kantor. Mereka akan dialihkan untuk membantu petugas yang berjibaku memadamkan kebakaran di lapangan.

ADVERTISEMENT

"Setelah menerima SK, nanti mereka tidak masuk kantor, tetapi membantu para Satgas Karhutla di lapangan," ujarnya.

Pengerahan tersebut menjadi salah satu langkah Pemprov Jambi untuk memperkuat penanganan kebakaran. Kehadiran personel tambahan diharapkan dapat mendukung kegiatan pemadaman, terutama di lokasi yang masih mengalami kebakaran dan membutuhkan penanganan intensif.

Selain itu, di tengah persiapan pengerahan ASN, kabut asap akibat karhutla masih menjadi persoalan di Kota Jambi. Asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan sehingga pemandangan ke arah kejauhan tampak samar.

Kondisi kabut asap tebal sebelumnya juga sempat menghambat pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan penerbangan helikopter untuk pemadaman melalui metode water bombing. Al Haris menyebut jarak pandang yang rendah menjadi kendala bagi pesawat untuk beroperasi.

"Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi juga disebut tidak seluruhnya berasal dari kebakaran di dalam wilayah provinsi. Arah angin yang membawa asap dari daerah sekitar turut memengaruhi kondisi udara di Kota Jambi," sebutnya.

"Maka dengan adanya Satgas ASN ini nantinya dapat ikut membantu padamkan api di lahan yang masih terbakar saat ini. Ikut membantu padamkan api dari jalur darat," lanjut Al Haris.

Berdasarkan data Posko Satgas Karhutla Provinsi Jambi terdapat 144 titik panas terdeteksi pada 6 Oktober. Jumlah itu turun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 199 titik. Sementara itu, luas lahan terbakar berdasarkan data penanganan hingga 6 Oktober tercatat 4.267,51 hektare.

Data tersebut berbeda dengan hasil analisis spasial KKI Warsi yang mengidentifikasi sekitar 42.455 hektare areal terbakar berdasarkan citra satelit Sentinel-2 pada 6-8 Oktober. Perbedaan angka ini berkaitan dengan sumber, metode, dan cakupan pendataan yang berbeda sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung.

Kabut asap yang pekat meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak kesehatan masyarakat. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika asap tebal, menggunakan masker yang sesuai, serta lebih memperhatikan kondisi anak-anak, lansia, dan orang yang memiliki gangguan pernapasan.

Selain memperkuat personel pemadaman, pemerintah juga menghadapi tantangan untuk memastikan penanganan titik api berjalan efektif dan dampak asap terhadap masyarakat dapat ditekan.

"Pengerahan ASN yang disiapkan ini nantinya kita harapkan menjadi dukungan tambahan bagi Satgas Karhutla dalam menghadapi kebakaran yang masih terjadi di sejumlah wilayah," tutup Al Haris.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads