Kabut Asap Tebal, OMC Jambi Kembali Dijadwalkan 9-10 Oktober

Jambi

Kabut Asap Tebal, OMC Jambi Kembali Dijadwalkan 9-10 Oktober

Ferdi Almunanda - detikSumbagsel
Rabu, 07 Okt 2026 06:30 WIB
Persiapan OMC di Bandara Jambi demi turunkan hujan dan padamkan karhutla
Foto: Ilustrasi OMC di Jambi (Dok. Istimewa/Sespri Gubernur Jambi)
Jambi -

Upaya mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi kembali diperkuat. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dijadwalkan digelar pada 9-10 Oktober 2026, setelah pelaksanaan sebelumnya terkendala kabut asap tebal dan jarak pandang rendah.

Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kondisi jarak pandang membuat pesawat tidak dapat melaksanakan OMC. Tebalnya asap juga menyulitkan penerbangan helikopter untuk melakukan water bombing di sejumlah titik karhutla.

"Kemarin kita mau OMC, tetapi karena jarak pandang (visibility) rendah pesawat tidak bisa untuk melaksanakan OMC. Termasuk juga tim yang ingin menerbangkan helikopter water bombing juga sulit, karena kabut asapnya luar biasa (tebal)," kata Al Haris, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemprov Jambi dan Satgas Karhutla kini kembali memantau potensi pertumbuhan awan hujan. OMC akan dilakukan apabila kondisi cuaca mendukung dan terdapat potensi awan yang bisa disemai.

"Mudah-mudahan tanggal 9-10 Oktober mendatang ada potensi awan hujan, sehingga tim bisa melakukan operasi modifikasi cuaca," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Al Haris mengatakan kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi dan sekitarnya tidak seluruhnya berasal dari kebakaran yang terjadi di dalam wilayah Jambi. Sebagian asap juga merupakan kiriman dari daerah sekitar yang terbawa angin.

"Arah angin beberapa beberapa hari ini arahnya ke Kota Jambi. Sehingga di Kota Jambi ini ada penebalan kabut asap," kata Al Haris.

Kondisi tersebut membuat upaya penanganan karhutla semakin membutuhkan dukungan cuaca. Pemprov Jambi tetap mengerahkan Satgas untuk menangani titik api di dalam wilayah provinsi, sementara titik kebakaran di luar daerah menjadi kendala tersendiri karena berada di luar kewenangan petugas Jambi.

"Untuk kondisi karhutla di dalam daerah di Jambi, itu kondisinya, Alhamdulillah masih bisa diatasi oleh tim satgas di lapangan. Ada titik di luar wilayah kita yang lokasinya dekat dengan Jambi, tim kita tidak bisa menjangkau ke sana karena berada di luar kewenangan wilayah," sebutnya.

Berdasarkan data BPBD Provinsi Jambi, luas lahan yang terbakar sepanjang 1 Januari hingga 29 September 2026 mencapai 4.123,84 hektare.

Batang Hari menjadi daerah dengan luas karhutla terbesar, yakni 1.240,79 hektare. Disusul Tanjung Jabung Timur 659,18 hektare, Tanjung Jabung Barat 639,55 hektare, Muaro Jambi 577,71 hektare, Sarolangun 508,55 hektare, Tebo 403,76 hektare, Bungo 67 hektare, Merangin 17,30 hektare, dan Kota Jambi 10 hektare.

Dengan kondisi asap yang masih tebal dan sejumlah titik api yang terus ditangani, OMC diharapkan dapat membantu mendatangkan hujan sekaligus menekan perkembangan karhutla di Jambi.

Al Haris berharap potensi awan hujan pada 9-10 Oktober dapat dimanfaatkan untuk pelaksanaan OMC.

"Mudah-mudahan tanggal 9-10 Oktober mendatang ada potensi awan hujan, sehingga tim bisa melakukan operasi modifikasi cuaca," pungkasnya.



(dai/dai)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads