Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali erupsi dengan letusan terjadi sekitar 5 menit pada Kamis (8/10/2026) petang. Saat erupsi berlangsung, tinggi kolom letusan tidak teramati. Wisatawan diminta tak mendekati GAK.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi pada pukul 18.28 WIB. Aktivitas letusan terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 46 milimeter.
Durasi erupsi tercatat sementara sekitar 4 menit 45 detik. Dalam laporan awal PVMBG, aktivitas erupsi masih berlangsung saat informasi tersebut dibuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan Suwarno mengatakan aktivitas tersebut menunjukkan masih adanya energi vulkanik yang keluar dari tubuh gunung.
"Benar, tadi memasuki petang GAK erupsi dengan durasi hampir 5 menit lamanya. Aktifitas ini sama seperti kemarin, jadi masih ada sisa energi paska erupsi besar di September kemarin," katanya.
Menurut dia, perkembangan aktivitas GAK masih terus dipantau, terutama melalui rekaman kegempaan dan pengamatan visual dari pos pemantauan.
"Kalau untuk abu vulkanik tidak teramati karena tertutup kabut. Sampai saat ini masih terus kami pantau," jelas Warno.
Suwarno mengingatkan masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati kawasan GAK selama aktivitas vulkanik masih berlangsung.
"Untuk status GAK saat ini masih berstatus Level II atau Waspada, belum ada peningkatan status. Kami meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki tidak mendekati gunung tersebut atau melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif," ungkapnya.
