10 Penyakit Karena Kabut Asap: ISPA, Bronkitis, hingga Gangguan Jantung

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Selasa, 06 Okt 2026 23:00 WIB
Ilustrasi kabut asap di Palembang. (Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Palembang -

Kondisi kabut asap yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan menjadi sumber ancaman penyakit bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali sederet gangguan kesehatan yang disebabkan oleh paparan kabut asap.

Dilansir dari laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, kabut asap berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Material partikulat dan gas berbahaya yang menyebar melalui kabut asap dapat berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh manusia.

Semua orang berisiko terkena dampak buruk kabut asap, terutama kelompok rentan seperti bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta individu dengan riwayat penyakit paru kronis, gangguan jantung, dan asma.

Tingkat Bahaya Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU)

Kementerian Kesehatan mengukur tingkat bahaya kualitas udara berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk menentukan dampak risikonya terhadap kesehatan masyarakat. Berikut kategori dan dampak tingkat bahaya nilai ISPU bagi tubuh manusia:

  • ISPU 101-199 (Kategori Tidak Sehat): Dapat menimbulkan gejala iritasi pada saluran pernapasan dan tenggorokan.
  • ISPU 200-299 (Kategori Sangat Tidak Sehat): Meningkatkan keparahan gejala pada penderita gangguan pernapasan, pneumonia, dan penyakit jantung.
  • ISPU 300-399 (Kategori Berbahaya): Orang sehat akan merasa mudah lelah, sementara penderita penyakit kronis dapat mengalami gejala yang jauh lebih serius.
  • ISPU >400 (Kategori Sangat Berbahaya): Berisiko fatal dan sangat berbahaya bagi seluruh populasi masyarakat di wilayah tersebut.



Simak Video "Video Kota di Pakistan Diselimuti Kabut Asap Berbahaya!"


(mep/mep)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork