Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Kabut Asap untuk Lansia, Anak-Ibu Hamil

Tips Menjaga Kesehatan Tubuh Saat Kabut Asap untuk Lansia, Anak-Ibu Hamil

Melati Putri Arsika - detikSumbagsel
Sabtu, 03 Okt 2026 23:00 WIB
Ilustrasi perempuan pakai masker
Ilustrasi menjaga kesehatan tubuh saat kabut asap. (Foto: Getty Images/wichayada suwanachun)
Palembang -

Kualitas udara yang memburuk akibat paparan kabut asap berisiko tinggi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan. Keterpaparan asap kebakaran hutan dan lahan secara terus-menerus dapat memperburuk kondisi fisik hingga memicu komplikasi yang serius.

Dilansir Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, asap hasil kebakaran mengandung berbagai partikel kimia berbahaya dan gas beracun yang mengganggu sistem pernapasan. Dampak buruk paparan kabut asap ini meliputi Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), iritasi mata, penyakit kulit, keparahan asma, hingga risiko infeksi paru-paru (pneumonia).

Guna mengantisipasi dampak buruk tersebut, masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan medis yang tepat. Dikutip dari imbauan resmi RSUD Kota Jambi, berikut panduan dan tips menjaga kesehatan tubuh saat kabut asap melanda untuk seluruh anggota keluarga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Panduan Umum Menjaga Kesehatan Saat Terjadi Kabut Asap

Masyarakat umum diimbau untuk menjalankan langkah-langkah proteksi diri secara konsisten guna meminimalkan masuknya partikel polutan ke dalam tubuh. Berikut langkah proteksi dasar untuk semua kelompok umur:

  • Batasi Aktivitas Luar Ruangan: Hindari berpergian atau berolahraga di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.
  • Gunakan Masker Standar: Kenakan masker (seperti N95 atau masker medis) saat terpaksa melakukan aktivitas di luar rumah.
  • Cukupi Konsumsi Air Putih: Perbanyak minum air putih untuk membantu mengeluarkan racun dan menjaga kelembapan tenggorokan.
  • Jaga Kebersihan Ruangan: Tutup jendela serta pintu rumah, dan gunakan pembersih udara (air purifier) jika tersedia.
  • Rutin Mencuci Tangan: Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara teratur setelah beraktivitas.
  • Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang: Perbanyak asupan gizi harian serta istirahat yang cukup untuk menjaga daya tahan tubuh.

ADVERTISEMENT

Tips Perlindungan bagi Lansia

Kelompok usia lanjut (lansia) memerlukan perhatian ekstra mengingat penurunan fungsi organ paru dan sistem kekebalan tubuh. Berikut beberapa tips perlindungan kesehatan khusus lansia saat terjadi kabut asap:

  • Hindari Keluar Rumah Pagi Hari: Udara pagi saat kabut asap cenderung menampung konsentrasi polutan yang lebih pekat.
  • Gunakan Pakaian Pelindung: Kenakan pakaian lengan panjang dan masker apabila terpaksa berada di luar rumah.
  • Lakukan Olahraga Ringan di Dalam Rumah: Tetap aktif berolahraga tanpa keluar rumah, misalnya dengan melakukan senam duduk atau peregangan ringan.
  • Perbanyak Minum Air Hangat: Air hangat membantu meredakan iritasi dan rasa gatal pada tenggorokan.
  • Optimalkan Asupan Nutrisi: Konsumsi makanan tinggi serat serta kaya vitamin C, D, E, dan zinc yang bersumber dari buah segar, sayuran hijau, kacang-kacangan, ikan, dan susu rendah lemak.

Tips Menjaga Kesehatan Anak-Anak Saat Kabut Asap

Anak-anak memiliki frekuensi bernapas yang lebih cepat ketimbang orang dewasa, sehingga lebih rentan menghirup udara beracun. Berikut tips penting yang perlu diterapkan para orang tua untuk melindungi anak dari kabut asap:

  • Batasi Waktu Bermain di Luar: Ajak anak untuk melakukan aktivitas atau permainan kreatif di dalam rumah.
  • Disiplin Menggunakan Masker: Pastikan anak mengenakan masker dengan ukuran yang pas (fit) saat keluar ruangan.
  • Terapkan Perilaku Hidup Bersih: Ajarkan anak mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas.
  • Pantau Gejala Saluran Pernapasan: Waspadai dan amati tanda-tanda gangguan seperti batuk, pilek, mata merah, atau sesak napas pada anak.
  • Berikan Asupan Penunjang Imunitas: Sajikan makanan bernutrisi tinggi seperti buah-buahan, sayuran berwarna, telur, ikan, susu, dan produk olahan susu (yogurt).

Tips Perlindungan Bagi Ibu Hamil dan Janin

Ibu hamil tergolong kelompok sangat rentan karena paparan zat kimia berbahaya dari kabut asap dapat memengaruhi tumbuh kembang janin dalam kandungan. Berikut upaya perlindungan yang wajib dilakukan oleh ibu hamil:

  • Hindari Paparan Udara Kotor: Kurangi interaksi langsung dengan udara luar dan hindari ruangan bernoda asap.
  • Gunakan Masker yang Tepat: Selalu kenakan masker pelindung saat berada di luar rumah atau tempat umum.
  • Istirahat dan Kelola Stres: Cukupi waktu tidur harian serta hindari stres agar stamina dan kondisi kandungan tetap stabil.
  • Rutin Memeriksakan Kehamilan: Lakukan kontrol kehamilan secara berkala ke dokter spesialis atau bidan.
  • Konsumsi Nutrisi Pendukung Janin: Perbanyak asupan gizi seimbang yang kaya protein, sayuran hijau, buah-buahan tinggi vitamin C, biji-bijian, kacang-kacangan, serta susu khusus ibu hamil.

Makanan dan Minuman yang Wajib Dihindari Saat Udara Buruk

Selain memperbanyak asupan nutrisi sehat, masyarakat juga harus menghindari konsumsi makanan yang dapat memicu peradangan (inflamasi) di saluran pernapasan. Berikut jenis makanan dan minuman yang perlu dihindari saat bencana kabut asap:

  • Makanan cepat saji (fast food) dan gorengan berlemak tinggi.
  • Makanan yang mengandung gula dan garam berlebih.
  • Minuman manis berfluorida tinggi dan minuman bersoda.
  • Asap rokok dari perokok aktif maupun menjadi perokok pasif.
  • Minuman bercita rasa kafein tinggi secara berlebihan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kota di Pakistan Diselimuti Kabut Asap Berbahaya!"
[Gambas:Video 20detik] (mep/mep)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads