Dinas Kesehatan (dinkes) Kota Jambi mencatat ada 3.437 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap. Jumlah itu berdasarkan pada 24 Agustus hingga 3 September 2026. Anak-anak menjadi salah satu kelompok yang paling rentan terdampak buruknya kualitas udara.
"Anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena lebih rentan terhadap dampak buruk kabut asap," kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinkes Kota Jambi Rini Kartika Handajani kepada wartawan, Kamis (10/9/2026).
Kasus tersebut tercatat dalam rentang 11 hari ketika kabut asap menyelimuti Kota Jambi. Kondisi udara yang memburuk membuat masyarakat, khususnya kelompok rentan, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini mengatakan balita, lansia, dan masyarakat yang memiliki penyakit saluran pernapasan perlu mendapat perhatian lebih selama kabut asap masih terjadi.
Paparan asap dan partikel di udara dapat memperburuk kondisi saluran pernapasan. Karena itu, masyarakat diminta tidak memaksakan diri beraktivitas di luar rumah ketika kondisi udara tidak sehat.
Catatan 3.437 kasus ISPA ini menjadi perhatian pemerintah karena muncul bersamaan dengan kondisi kabut asap yang terjadi akibat karhutla di Jambi.
Sebelumnya, penanganan dampak kabut asap juga telah dilakukan pemerintah dengan mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan, menggunakan masker dan mengikuti perkembangan kualitas udara.
Rini mengimbau masyarakat yang terpaksa keluar rumah untuk menggunakan masker guna mengurangi paparan partikel dari kabut asap.
"Kalau memang harus beraktivitas di luar rumah, gunakan masker dan kurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah Kota Jambi," ujarnya.
Masyarakat juga diminta menghindari olahraga di ruang terbuka. Aktivitas olahraga sebaiknya dilakukan di dalam ruangan sampai kualitas udara kembali membaik.
Untuk anak-anak, Rini menyebut kegiatan belajar secara daring dapat menjadi alternatif apabila kondisi udara tidak memungkinkan mereka beraktivitas di luar ruangan.
"Kegiatan belajar secara daring dapat menjadi alternatif apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk beraktivitas di luar ruangan," katanya.
Dinkes Kota Jambi juga memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap disiapkan untuk menghadapi dampak kabut asap. Puskesmas telah menyiapkan obat-obatan bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan.
Rumah sakit juga menyiapkan fasilitas rawat inap apabila kondisi pasien membutuhkan perawatan lebih lanjut.
"Kami masih tangani rawat jalan untuk saat ini," ujarnya.
Selain ISPA, masyarakat juga diminta mewaspadai gangguan kesehatan lainnya selama kabut asap, termasuk diare akut.
"Kalau ada yang asma berat dan terdampak akibat asap, silakan datang ke UGD," jelasnya.
