Sumatera Selatan

Waspada! Udara di Palembang Kategori Berbahaya

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Minggu, 04 Okt 2026 10:30 WIB
Grafik kualitas udara di Palembang yang terlihat berbahaya (Foto: Istimewa//BMKG)
Palembang -

Kualitas udara di Palembang kembali memburuk pada Minggu (3/10/2026). Konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 masih dalam kategori atau berada di level berbahaya. Bahkan, angkanya mencapai angka tertinggi sebesar 903,6 µg/m³.

"Iya, masih dalam kategori berbahaya, sejak dini hari hingga pagi ini. Angkanya mencapai angka tertinggi pada pukul 05.00 WIB sebesar 903,6 µg/m³, di mana angka tersebut menjadi nilai tertinggi sepanjang pemantauan tahun ini," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis, Minggu.

Berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang milik BMKG, angka PM.25 berada pada kategori berbahaya sejak pukul 02.00 WIB dengan angka 358,7 µg/m³. Setelahnya angka tersebut terus meningkat, pukul 03.00 WIB sebesar 641,4 µg/m³, pukul 04.00 WIB sebesar 784,8 µg/m³.

Peningkatan terus terjadi hingga puncaknya pada pukul 05.00 WIB 903,6 µg/m³, di mana angka tersebut merupakan angka tertinggi sepanjang pemantauan. Namun setelah mencapai angka tertingginya, angkanya mengalami penurunan.

"Pukul 06.00 diangka 673,4 µg/m³ dan masih terdeteksi tinggi dan berada di level bahaya. Namun terus mengalami penurunan, pukul 08.00 WIB berada di angka 271,7 µg/m³ (level berbahaya) ," ujarnya.

Kota Palembang hingga saat ini masih di selimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sehingga kualitas udara memburuk, hal ini perlu menjadi perhatian terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.

Tingginya konsentrasi PM2.5 menunjukkan adanya peningkatan partikel berukuran sangat kecil di udara yang dapat terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan.

Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan dan penyakit jantung.

"Masyarakat yang berada di wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tinggi disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar," imbaunya.



Simak Video "Kemendagri Beri Apresiasi Pemerintah Daerah Wilayah Sumatera"

(csb/csb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork