Sempat Turun, Udara Palembang Kembali Berbahaya Siang dan Sore

Sumatera Selatan

Sempat Turun, Udara Palembang Kembali Berbahaya Siang dan Sore

A Reiza Pahlevi - detikSumbagsel
Minggu, 11 Okt 2026 20:00 WIB
Kendaraan melintas di atas Jembatan Ampera yang tertutup kabut asap Palembang, Sumatera Selatan, Senin (5/10/2026). Berdasarkan pantauan aplikasi IQair, kualitas udara di Kota Palembng pada Senin (5/10) masuk dalam kategori berbahaya akibat dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan nilai indeks standar pencemaran udara PM2.5 mencapai angka 1.702. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/agr
Kualitas udara di Palembang (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Palembang -

Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, kembali memburuk pada Minggu (11/10/2026) sore. Setelah sempat melandai dan berada pada kategori merah atau sangat tidak sehat, konsentrasi partikulat halus PM2.5 di stasiun pemantauan milik BMKG kembali meningkat hingga masuk kategori berbahaya.

Pemantauan di Stasiun PM2.5 Talang Betutu dan Musi 2 menunjukkan kondisi kualitas udara yang masih mengkhawatirkan. Berdasarkan catatan pemantauan, konsentrasi PM2.5 bahkan sempat menembus angka di atas 700 mikrogram per meter kubik (µg/m³).

"Udara Palembang sempat tercatat tinggi pada pukul 14.00 WIB hingga mencapai 731,6 µg/m³ di Stasiun PM2.5 Talang Betutu," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Angka tersebut perlu menjadi perhatian mengingat kategorinya berada pada level berbahaya. Di Stasiun Talang Betutu kategori berbahaya terjadi sejak pukul 11.00 WIB. Sedangkan di Musi 2 tercatat sejak pukul 13.00 WIB.

"Di Musi 2 angka PM2.5 tertinggi tercatat sebesar 673,4 µg/m³ pada pukul 15.00 WIB," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Menurutnya, angka PM2.5 itu bersifat fluktuatif. Hingga update pukul 17.00 WB, angka PM2.5 di Musi 2 tercatat 286,9 µg/m³. Sedangkan di Talang Betutu, tercatat 350,5 µg/m³ pada jam yang sama.

Sebelumnya pada Minggu pagi, konsentrasi PM2.5 di kedua stasiun juga tercatat sangat tinggi. Angka tertinggi mencapai 497,9 µg/m³ pada pukul 05.00 WIB. Sedangkan di Talang Betutu sebesar 451,3 pada pukul 00.00 WIB.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan. Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan pada kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan penyakit pernapasan atau jantung.

"Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk. Jika harus beraktivitas di luar, gunakan masker," tukasnya.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads