Kabut Asap di Palembang pada Sore Hari Semakin Pekat

Sumatera Selatan

Kabut Asap di Palembang pada Sore Hari Semakin Pekat

Rio Roma Dhoni - detikSumbagsel
Minggu, 04 Okt 2026 18:30 WIB
Kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Palembang pada sore hari
Kabut asap pekat masih menyelimuti Kota Palembang pada sore hari (Foto: Rio Roma Dhoni/detikcom)
Palembang -

Kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, pada Minggu (4/10/2026) sore semakin pekat hingga mengurangi jarak pandang. Level udara saat ini berada pada berbahaya.

Pantauan detikSumbagsel di Jalan Soekarno Hatta, kabut asap terlihat semakin tebal dan pekat dibandingkan siang hari. Jarak pandang pun sangat terbatas, ditambah saat berkendara di jalan.

Tak hanya tebal dan pekat, asap juga sering kali tercium dan membuat mata sedikit perih. Sejumlah kendaraan juga menyalakan lampu kendaraan agar terlihat sesama pengendara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pengendara, Ilham warga Talang Jambe mengatakan di sepanjang Jalan Soekarno Hatta asap terlihat sangat tebal dan sesekali membuat matanya perih. Ia juga tak lupa menggunakan masker saat keluar rumah atau beraktivitas di luar ruangan.

"Tadi pas keluar dari rumah sudah terlihat asapnya. Di jalan juga cukup tebal asapnya. Saat ini masker jangan sampai lupa dipakai karena tebalnya asap ini, kak," katanya.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang milik BMKG, angka PM.25 berada pada kategori berbahaya sejak pukul 02.00 WIB dengan angka 358,7 µg/m³. Setelahnya angka tersebut terus meningkat, pukul 03.00 WIB sebesar 641,4 µg/m³, pukul 04.00 WIB sebesar 784,8 µg/m³.

Peningkatan terus terjadi hingga puncaknya pada pukul 05.00 WIB 903,6 µg/m³, dimana angka tersebut merupakan angka tertinggi sepanjang pemantauan. Namun setelah mencapai angka tertingginya, angkanya mengalami penurunan.

"Iya, masih dalam kategori berbahaya, sejak dini hari hingga pagi ini. Angkanya mencapai angka tertinggi pada pukul 05.00 WIB sebesar 903,6 µg/m³, dimana angka tersebut menjadi nilai tertinggi sepanjang pemantauan tahun ini," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis.

Kemudian Pukul 06.00 di angka 673,4 µg/m³ dan masih terdeteksi tinggi dan berada di level bahaya. Namun terus mengalami penurunan, pukul 08.00 WIB berada di angka 271,7 µg/m³.

Angkat PM2.5 sempat berada di level sangat tidak sehat atau merah pada siang hari, namun pada pukul 16.00 WIB levelnya kembali naik ke berbahaya di angka 495,6 µg/m³.



(csb/csb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads