Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Satuan tugas (Satgas) darat dan udara terus melakukan upaya pemadaman di sejumlah titik yang masih terbakar.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan penanganan karhutla saat ini masih dilakukan di enam daerah.
"Kita masih melakukan upaya pemadaman di enam daerah, yakni Ogan Komering Ilir (OKI), Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Ogan Ilir, Banyuasin, dan Palembang," ujar Ferdian, Sabtu (3/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara luasan diperkirakan ratusan hektare, hanya saja belum bisa dipastikan (luasan yang terbakar di lima daerah itu)," sambungnya.
Di wilayah OKI, katanya, personel Manggala Agni bersama satgas karhutla lainnya masih melakukan penanganan di beberapa lokasi. Titik tersebut berada di Riding, Pedamaran, Sungai Bungin, dan Pampangan.
"Sementara di Muba, penanganan dilakukan di wilayah Muara Merang," katanya.
Kemudian di Muara Enim, titik karhutla yang masih ditangani berada di wilayah Gumai, Kecamatan Gelumbang. Di Ogan Ilir, petugas masih melakukan pemadaman di kawasan Sungai Rambutan. Sedangkan di Banyuasin, penanganan dilakukan di Sebokor, PKG Jalur 21, dan Sembawa.
"Petugas juga tengah mengupayakan pemadaman di wilayah Keramasan, Kertapati. Helikopter water bombing belum bisa naik karena visibility rendah. Pemadaman masih mengandalkan visual drone dan pasukan darat," terangnya.
Ferdian mengatakan personel di lapangan terus melakukan pemadaman untuk mencegah api meluas. Upaya penanganan dilakukan secara darat dengan dukungan operasi udara di lokasi yang membutuhkan ketika visbility sudah membaik.
"Tim darat terus melakukan pemadaman dan penanganan di titik-titik yang masih terbakar. Operasi udara juga dilakukan untuk membantu mempercepat pemadaman di lokasi yang sulit dijangkau," katanya.
Penambahan personel pemadam dari Manggala Agni, kata Ferdian, telah dilakukan sejak 45 hari terakhir atau ketika eskalasi karhutla di Sumsel mengalami peningkatan.
"Sudah kami kerjakan 3 shift. Tim sudah 45 hari berganti dari Sarolangun, Tebo (Jambi), kemudian dari Siak (rollingan kedua) dan Rengat. Kalau kemungkinan penambahan personel tentunya kami selalu terbuka opsi, karena posisi Riau sudah aman, jadi kami bisa tambah-tambah apabila diperlukan," jelasnya.
