Kualitas udara di Palembang kembali memburuk dengan konsentrasi partikulat halus atau PM2.5 berada di level berbahaya pada Senin (5/10/2026). Bahkan, angkanya sangat tinggi yakni mencapai 881 µg/m³.
Berdasarkan pemantauan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang dan Stasiun PM2.5 Talang Betutu milik BMKG, kualitas udara berada di level berbahaya bahkan sejak dini hari hingga pagi hari.
"Iya, masih dalam kategori berbahaya, sejak dini hari hingga pagi ini. PM2.5 tertinggi pada pukul 07.00 WIB di angka 881 µg/m³ di Talang Betutu, sementara di Musi 2 angka tertingginya pada pukul 03.00 WIB di angka 802,3 µg/m³," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan Wandayantolis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan di Stasiun PM2.5 Musi 2 Palembang, pada pukul 01.00 WIB angka PM2.5 di angka 307,7 µg/m³, kemudian langsung meningkat signifikan di angka 730 µg/m³ pada pukul 02.00 WIB, selanjutnya kembali naik di angka 802,3 µg/m³ pukul 03.00 WIB.
Setelah mencapai angka tertingginya, angkanya kemudian mulai berangsur menurun, hingga pada pukul 07.00 WIB di angka PM.25 berada di 402,1 µg/m³.
Sementara itu di Stasiun PM2.5 Talang Betutu tercatat PM2.5 berada di kisaran angka 353,8 µg/m³. pada pukul 02.00 WIB dan tercatat angka tertingginya terjadi pada pukul 07.00 WIB di angka 881 µg/m³.
"PM2.5 tercatat berada di level berbahaya atau hitam sejak dini hari hingga pagi hari. Bahkan di Talang Betutu angka sangat tinggi di 881µg/m³," ujarnya.
Kota Palembang hingga saat ini masih di selimuti kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sehingga kualitas udara memburuk, hal ini perlu menjadi perhatian terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Tingginya konsentrasi PM2.5 menunjukkan adanya peningkatan partikel berukuran sangat kecil di udara yang dapat terhirup hingga masuk ke saluran pernapasan. Paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, serta orang dengan gangguan pernapasan dan penyakit jantung.
"Masyarakat yang berada di wilayah dengan konsentrasi PM2.5 tinggi disarankan mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan menggunakan masker yang sesuai apabila harus beraktivitas di luar," imbaunya.
