Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Pedamaran V, Kecamatan Pedamaran, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel), masih terus dilakukan upaya pemadaman, Sabtu (3/10/2026). Lahan masyarakat yang terbakar berada di dekat Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka), seluas 47 hektare.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Wilayah Sumatera Kementerian Kehutanan Ferdian Krisnanto mengatakan kebakaran yang terjadi diketahui dari laporan masyarakat. Kondisi lahan yang terbakar didominasi tanah gambut dengan topografi datar.
"Kebakaran terjadi di lahan masyarakat dan Tol Terpeka KM 312-317. Kebakaran terjadi di permukaan dan bawah dengan vegetasi dominan tegakan gelam, semak belukar yang rapat, nanas, sawit dan jelutung," ujar Ferdian, Sabtu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara keseluruhan, sekitar 277 personel terlibat dalam penanganan karhutla tersebut. Yakni 17 personel Manggala Agni OKI, 11 personel Manggala Agni Lahat, 10 personel Manggala Agni Sarolangun, 12 personel Manggala Agni Siak, 185 personel RPK PT PSM, 7 personel TNI, 5 personel BPBD OKI, 10 personel Tim Tol Terpeka, dan 20 masyarakat.
"Tim gabungan menggunakan berbagai peralatan untuk melakukan pemadaman dan penyekatan api, termasuk dengan dua ekskavator, bantuan dua helikopter water bombing, dan lainnya," katanya.
"Sejumlah tim dikerahkan dari beberapa sisi untuk mencegah api meluas dan masuk ke area perkebunan," sambungnya.
Dalam penanganannya, Tim 1 Manggala Agni OKI bersama BKO Lahat dan masyarakat melakukan pemadaman serta penebalan penyekatan dari sisi kanan api yang berbatasan dengan kebun nanas warga menuju Tol Terpeka KM 312.
Sementara itu, Tim BKO Siak dan BKO Sarolangun melakukan penyekatan dari sisi kiri dan bagian ekor api. Tim OKI bersama TNI, BPBD OKI, tim Tol Terpeka dan RPK PT PSM melakukan penanganan di sisi Tol Terpeka, termasuk mengatasi api yang sempat melompat dari sisi kanan dan bagian ekor.
Tim RPK PT PSM lainnya melakukan penyekatan di bagian kepala api dan sisi kiri untuk mencegah api masuk ke area perkebunan PT PSM.
"Dalam proses pemadaman, sumber air diperoleh dari kanal, embung, serta mobil tangki. Salah satu sumber air berada di kanal yang menjadi batas antara lahan PT PSM dan lahan masyarakat," jelasnya.
Petugas juga menghadapi kondisi angin yang cukup kencang dan berubah arah. Pada pagi hingga siang hari, angin sempat bergerak ke arah barat laut dan barat, kemudian pada sore hari berubah ke arah timur dan utara.
"Di lokasi juga sempat terjadi hujan gerimi, namun hanya sekitar tiga menit," tambahnya.
Tim gabungan berhasil mengendalikan api yang melompat di sisi Tol Terpeka. Namun, secara keseluruhan kebakaran belum sepenuhnya padam. Api masih menjalar di sejumlah bagian, disertai kepulan asap yang tebal dan pekat terutama pada sisi kiri, kanan, dan ekor api.
"Dari total area yang diperkirakan terbakar sekitar 47 hektare, petugas telah melakukan pemadaman pada area sekitar 8,5 hektare," ungkapnya.
"Pemadaman lanjutan masih aka dilalukan untuk memastikan api benar-benar terkendali dan mencegah terjadinya penjalaran kembali," sambungnya.
