Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan konservasi tersebut. Dugaan itu belum dapat dibuktikan karena masih membutuhkan penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Balai TNWK MHD Zaidi mengatakan selama ini terdapat kasus pemburu yang ditangkap dan mengaku melakukan pembakaran di kawasan TNWK. Namun, kasus tersebut tidak bisa dijadikan dasar untuk menyimpulkan seluruh karhutla disebabkan oleh aktivitas pemburu.
"Februari kemarin ada pemburu yang tertangkap dan mengaku melakukan pembakaran. Sekarang sudah vonis tiga tahun-an. Tapi belum bisa digeneralisir bahwa yang melakukan pembakaran adalah pemburu," kata Zaidi, Sabtu (3/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Zaidi, kasus tersebut memang menunjukkan adanya keterkaitan aktivitas manusia dengan kebakaran di kawasan TNWK. Meski demikian, masih terbuka kemungkinan terdapat pihak lain yang menyebabkan atau memicu kebakaran.
"Siapa tahu ada aktor lain, kami belum bisa membuktikan," ujarnya.
Zaidi mengatakan pengungkapan penyebab setiap kebakaran harus dilakukan berdasarkan bukti dan hasil penyelidikan. Dia menilai satu kasus yang telah terungkap belum cukup untuk menjelaskan seluruh rangkaian karhutla yang terjadi di kawasan TNWK.
Penanganan karhutla, lanjut dia, juga tidak hanya mengandalkan upaya pemadaman. Penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa terulang.
"Upaya bersama dalam kecepatan mendeteksi dan merespons api pada tahap awal lebih penting agar api tidak pernah muncul lagi di TNWK, artinya Zero Fire Spot," katanya.
Zaidi menyebut Balai TNWK membutuhkan dukungan berbagai pihak dalam upaya tersebut. Mulai dari aparat penegak hukum, Polisi Kehutanan (Polhut), Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), pemerintah daerah, masyarakat desa penyangga hingga TNI-Polri.
Dia juga membuka ruang bagi wartawan untuk menggali informasi terkait dugaan pelaku pembakaran di lapangan. Informasi dari hasil investigasi jurnalistik nantinya dapat dikolaborasikan dengan aparat kepolisian untuk ditindaklanjuti.
"Sepertinya perlu bantuan teman-teman wartawan ini melakukan investigasi untuk menemukan pelaku pembakaran ini. Nanti bisa dikolaborasikan dengan intel atau reskrim kepolisian," kata Zaidi.
Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak dalam mengungkap penyebab karhutla diharapkan dapat membantu TNWK mencapai kondisi tanpa titik api.
"Investigasi ini bisa jadi bukti nyata kontribusi wartawan terhadap penanggulangan karhutla di TNWK," pungkasnya.
